RIAU ONLINE, SUMBAR - Arus mudik dari Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar) terpantau padat merayap di H-2 Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis, 19 Maret 2026.
Ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan pelat nomor Riau, memadati jalur utama lintas provinsi sejak pagi hingga malam hari.
Kondisi kepadatan terlihat di sejumlah titik rawan macet, di mana kendaraan bergerak perlahan bahkan sesekali terhenti.
Para pemudik tampak mendominasi arus perjalanan, membawa keluarga dan barang bawaan untuk merayakan Lebaran di kampung halaman.
Salah seorang pemudik, Andi (34), mengaku perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu beberapa jam kini menjadi jauh lebih lama.
"Biasanya lancar, tapi sekarang macetnya panjang. Sudah beberapa kali berhenti karena padatnya kendaraan," ujarnya saat ditemui di jalur lintas Riau–Sumbar, Kamis, 19 Maret 2026.
Tak hanya di jalan raya, kepadatan juga terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Antrean kendaraan terlihat mengular hingga ke badan jalan, sehingga turut memperparah kemacetan di sekitar lokasi.
Seorang petugas SPBU, Rina (29), mengatakan lonjakan kendaraan yang mengisi bahan bakar sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
"Memang ada peningkatan signifikan menjelang Lebaran. Antrean kendaraan bisa sampai keluar area SPBU, bahkan mengganggu arus lalu lintas," jelasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Selain itu, pengendara juga diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
"Kami harap masyarakat bisa bersabar dan tetap mengutamakan keselamatan. Jangan memaksakan diri jika lelah, silakan beristirahat di tempat yang aman," ujar Kasatlantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramadhani.
Diperkirakan, puncak arus mudik akan terus terjadi hingga sehari menjelang Lebaran, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

