Baznas Riau Gelontorkan Rp3 Miliar untuk Bangun Jembatan Merah Putih

baznas-serahkan-zakat-ke-polda.jpg
Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan menyerahkan bantuan untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi kepada Karorena Polda Riau, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menyalurkan bantuan sebesar Rp3 miliar untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Riau, Masriadi Hasan, kepada Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu.

Masriadi Hasan menjelaskan, dana yang disalurkan tersebut bersumber dari zakat dan infak masyarakat Riau yang dihimpun melalui Baznas. Ia menegaskan bahwa penggunaan dana infak untuk pembangunan jembatan telah sesuai dengan ketentuan, mengingat sifatnya yang fleksibel dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum.

"Dana ini berasal dari infak masyarakat Riau. Berdasarkan asnafnya, infak bersifat fleksibel sehingga dapat disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, termasuk untuk pembangunan fasilitas umum seperti jembatan, masjid, maupun sarana sosial lainnya," ujar Masriadi, Selasa, 16 Maret 2026.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi.


Masriadi mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jembatan ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

Berdasarkan data yang dihimpun, total kebutuhan anggaran untuk pembangunan 26 unit jembatan mencapai Rp6,9 miliar.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi Baznas Riau dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur seperti jembatan sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil," jelasnya.

Ia juga menggambarkan kondisi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, khususnya anak-anak yang harus menempuh perjalanan berat untuk bersekolah. Tidak jarang mereka harus menyeberangi sungai, berjalan di jalan berlumpur, bahkan melepas sepatu demi mencapai sekolah.

"Kita berharap dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aman. Anak-anak tidak lagi kesulitan pergi ke sekolah, sehingga aktivitas pendidikan bisa berjalan lebih baik," tutupnya.