10 Waste Station Disebar di Pekanbaru, Warga Bisa Tukar Sampah Jadi Uang

Wako-Agung-Nugroho.jpg
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera membuka stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah atau Waste Station.

Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah rumah tangga menjadi uang dengan sistem poin yang tersimpan dalam aplikasi.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa pada tahap awal akan tersedia 10 titik Waste Station yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru.

“Warga cukup pilah sampah di rumah, bawa ke Waste Station dan nilainya masuk ke saldo aplikasi,” kata Agung Nugroho, Minggu 15 Maret 2026.

Adapun sepuluh lokasi Waste Station yang disiapkan antara lain di RTH Kaca Mayang, Wisata Alam Mayang, TRC Pekanbaru AMAN 112, Stadion Utama Riau, Taman MPP, MPP, kawasan seberang Polda Riau, STC, Pasar Panam, serta Simpang 4 Rumbai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

“Insyaallah sebelum lebaran ini satu Waste Station sudah bisa beroperasi. Masyarakat bisa menukarkan sampah di sana,” ujar Reza.


Ia menjelaskan, sejumlah jenis sampah rumah tangga yang dapat ditukarkan antara lain plastik, kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

“Jadi masyarakat datang membawa sampah untuk ditimbang. Berat sampah tersebut akan dikonversi menjadi poin. Jika poin sudah terkumpul banyak, nantinya dapat ditukar menjadi uang elektronik atau saldo di aplikasi,” jelasnya.

Untuk memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat perlu mengunduh aplikasi Rekosistem di ponsel. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau jumlah poin yang diperoleh dari sampah yang disetorkan serta melakukan penukaran saldo.

Program Waste Station ini merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam mewujudkan Pekanbaru sebagai Green City atau kota hijau. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah kota adalah pengelolaan sampah.

Menurut Agung, program ini menjadi langkah inovatif untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi menjadi uang,” kata Agung sebelumnya, Sabtu 8 Maret 2026.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.

Ia menegaskan langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah kota dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di Pekanbaru.