Annas Maamun Saksikan Langsung Dua Pemuda Masuk Islam di Masjid Raya An Nur

Annas-Maamun-Saksikan-Langsung-Dua-Pemuda-Masuk-Islam-di-Masjid-Raya-An-Nur.jpg
Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun saksikan prosesi pengucapan dua kalimat syahadat oleh dua pemuda di Masjid Raya An Nur Riau, Kota Pekanbaru, Jumat, 13 Maret 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pengucapan dua kalimat syahadat oleh dua pemuda di Masjid Raya An Nur Riau, Kota Pekanbaru, Jumat, 13 Maret 2026. Momen tersebut semakin istimewa karena disaksikan langsung oleh mantan Gubernur Riau, Annas Maamun yang akrab disapa Atuk Annas.

Dalam prosesi tersebut, dua pemuda bernama Andreas Martua Manalu (29) dan Junus Warase Gea (27) resmi memeluk agama Islam di hadapan ratusan jamaah salat Jumat yang memadati masjid kebanggaan masyarakat Riau itu.

Atuk Annas tampak hadir mengenakan peci hitam dan baju koko putih. Ia duduk di samping pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Rubianto, serta kedua pemuda yang akan mengucapkan syahadat.

Sebelum prosesi pengucapan dua kalimat syahadat dimulai, Rubianto terlebih dahulu meminta kedua calon mualaf tersebut menjelaskan alasan dan motivasi mereka memilih memeluk agama Islam.

"Sebelum membaca syahadat, apa yang menjadi motivasi atau alasan Andreas dan Junus memeluk agama Islam," tanya Rubianto di hadapan jamaah.

Andreas Martua Manalu, yang diketahui merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, mengungkapkan bahwa keputusannya memeluk Islam didorong oleh panggilan hati serta perjalanan spiritual yang cukup panjang.

Ia mengaku telah lama mempelajari Islam dan akhirnya mantap untuk berpindah keyakinan. Namun keputusan tersebut tidak selalu berjalan mudah, karena sempat mendapat penolakan dari sejumlah kerabat.


"Sebenarnya saya masuk Islam karena keinginan hati dan keyakinan untuk beribadah kepada Allah. Perjalanan untuk memutuskan ini cukup panjang, bahkan kadang ditolak oleh orang-orang terdekat," ujar Andreas dengan suara bergetar.

Selain dorongan spiritual, Andreas juga mengungkapkan bahwa keinginannya untuk menikahi perempuan yang dicintainya turut menjadi salah satu alasan memperkuat keputusannya memeluk Islam.

Sementara itu, Junus Warase Gea memiliki pengalaman spiritual yang berbeda. Ia mengaku mulai tertarik kepada Islam setelah sering mendengar lantunan ayat suci Alquran yang menurutnya memberikan ketenangan batin.

Rasa nyaman yang muncul saat mendengar bacaan Alquran membuatnya semakin ingin mengenal Islam lebih dalam hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama tersebut.

Usai mendengar alasan keduanya, Rubianto kemudian memberikan pesan agar Andreas dan Junus tetap istiqomah menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Ia juga mengingatkan bahwa meskipun nantinya terdapat perbedaan keyakinan dengan keluarga, hubungan baik dengan orang tua harus tetap dijaga.

"Apapun itu, tetaplah istiqomah memeluk agama Islam. Meski berbeda keyakinan dengan orang tua, tetap jaga hubungan baik. Karena Islam mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua," pesannya.

Rubianto juga mengingatkan keduanya untuk terus belajar tentang ajaran Islam, mulai dari tata cara salat, membaca Alquran, hingga memahami ilmu fiqih.

"Setelah ini terus belajar, baik bacaan salat maupun ilmu keagamaan lainnya. Dan nanti jangan lupa mandi besar,"  tambahnya.

Setelah pembinaan singkat tersebut, Andreas dan Junus kemudian dipandu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Prosesi berlangsung lancar dan khidmat. Saat kalimat syahadat selesai diucapkan, ratusan jamaah yang menyaksikan langsung menyambutnya dengan gema takbir yang menggema di dalam masjid.

Atuk Annas Maamun yang menjadi saksi prosesi tersebut terlihat beberapa kali mengangguk dan tersenyum. Ia kemudian memberikan ucapan selamat kepada kedua mualaf tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Atuk Annas juga memberikan sagu hati kepada Andreas dan Junus.

Sementara itu, Mualaf Center An Nur Riau turut memberikan bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap kepada keduanya sebagai bekal awal menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Momen tersebut pun menjadi salah satu peristiwa penuh makna yang disaksikan langsung oleh para jamaah salat Jumat di Masjid Raya An Nur Pekanbaru.