Deteksi Dini Penyakit Menular, Lapas Pekanbaru Skrining Kesehatan Warga Binaan

Deteksi-Dini-Penyakit-Menular-Lapas-Pekanbaru-Skrining-Kesehatan-Warga-Binaan.jpg
Tim medis Lapas Kelas IIA Pekanbaru melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 45 warga binaan pada Sabtu, 7 Maret 2026. (Dok. Lapas Kelas IIA Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. 

Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan atau skrining awal terhadap 45 warga binaan yang baru dipindahkan ke dalam lapas yang dilaksanakan oleh tim medis Lapas Kelas IIA Pekanbaru pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari langkah deteksi dini sekaligus bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan skrining dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Lapas Pekanbaru dengan serangkaian pemeriksaan medis. Pemeriksaan tersebut meliputi BAP kesehatan, skrining penyakit Tuberkulosis (TB), pemeriksaan Hepatitis C dan HIV, serta tes kesehatan jiwa.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para warga binaan sejak awal kedatangan mereka di Lapas Pekanbaru. Selain itu, pemeriksaan juga bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya riwayat penyakit tertentu yang berpotensi menular kepada warga binaan lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa skrining kesehatan merupakan prosedur standar operasional (SOP) yang wajib dilakukan terhadap setiap warga binaan yang baru masuk atau dipindahkan ke Lapas Pekanbaru.

Menurutnya, lingkungan lapas yang dihuni oleh banyak orang dengan latar belakang berbeda memiliki potensi risiko penyebaran penyakit apabila tidak dilakukan pengawasan kesehatan secara ketat.

"Kita selalu melakukan pemeriksaan atau skrining kesehatan kepada setiap warga binaan yang baru dipindahkan. Mengingat berbagai macam orang yang masuk ke lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dapat meningkatkan risiko penularan bakteri atau penyakit, sehingga kami wajib menerapkan SOP penerimaan warga binaan dengan melakukan skrining kesehatan," ujar Yuniarto.


Yuniarto menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pihak lapas dalam menjaga kesehatan seluruh penghuni dan petugas di lingkungan pemasyarakatan.

Selain itu, skrining kesehatan juga menjadi bagian dari sistem pemantauan kesehatan warga binaan agar penanganan medis dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan indikasi penyakit tertentu.

Sementara itu, dokter Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dr. Yani, menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya.

Penerapan skrining ini diberlakukan bagi warga binaan yang baru dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru. 

"Tujuannya untuk mendeteksi adanya tanda-tanda penyakit seperti TB, Hepatitis C, HIV, gangguan kejiwaan, serta penyakit lainnya," jelas Yani.

Yani menambahkan bahwa selain pemeriksaan kesehatan, para warga binaan juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama berada di dalam lapas.

Edukasi tersebut meliputi pola hidup sehat, menjaga kebersihan kamar hunian, serta kesadaran untuk segera melaporkan kepada petugas apabila merasakan keluhan kesehatan.

"Warga binaan juga kami berikan pengarahan dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan perilaku hidup sehat. Jika ada keluhan kesehatan, mereka diminta segera melapor kepada petugas jaga atau komandan jaga agar dapat segera menghubungi petugas kesehatan," tambahnya.

Untuk memperkuat layanan kesehatan di dalam lapas, pihak Lapas Pekanbaru juga telah membentuk kader kesehatan yang berasal dari warga binaan sendiri. 

Para kader tersebut telah mendapatkan pelatihan dasar mengenai penanganan kesehatan serta pertolongan pertama.

Keberadaan kader kesehatan ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam memantau kondisi kesehatan warga binaan sehari-hari, sekaligus memberikan pertolongan awal apabila terjadi kondisi darurat.

Melalui langkah skrining kesehatan secara rutin ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman, dan terkontrol dari potensi penyebaran penyakit menular. 

Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga binaan.