Bangun Lapas Bebas Narkoba, Kalapas Pekanbaru Matangkan Sinergi Lintas Instansi

Kalapas-yuniarto-di-bnn.jpg
Kalapas Pekanbaru, Yuniarto, kunjungan silaturahmi ke BNNP Riau, Selasa, 3 Maret 2026. (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen memberantas peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat, melalui sinergi lintas instansi yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke kantor BNNP Riau, Selasa, 3 Maret 2026.

Kedatangan Yuniarto beserta jajaran disambut langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala BNNP Riau, Kombespol Dr. Ali Machfud.

Pertemuan tersebut fokus membahas isu strategis terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, khususnya di dalam lingkungan lapas.

Yuniarto menegaskan bahwa tantangan pemberantasan narkoba di dalam lapas membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi dengan BNNP Riau menjadi langkah penting dalam mewujudkan Lapas Pekanbaru yang bersih dari narkoba.

"Kami menyadari bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan koordinasi, pertukaran informasi, serta dukungan penuh dari BNNP Riau agar pengawasan dan deteksi dini di dalam lapas semakin optimal," ujar Yuniarto.


Yuniarto juga menambahkan, pihaknya berkomitmen meningkatkan sistem pengamanan, memperketat pengawasan terhadap barang dan pengunjung, serta mengintensifkan razia rutin guna meminimalisir potensi masuknya barang terlarang ke dalam lapas.

"Kerja sama ini bukan hanya sebatas formalitas, tetapi bentuk nyata komitmen kami untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas. Lapas harus menjadi tempat pembinaan, bukan ruang bagi peredaran narkotika," tegasnya.

Sementara itu, Kombespol Dr. Ali Machfud menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. 

Ia menilai sinergitas antarinstansi penegak hukum menjadi kunci utama dalam menutup celah peredaran narkoba, termasuk yang berpotensi melibatkan jaringan dari dalam lembaga pemasyarakatan.

"Kami mengapresiasi inisiatif Kalapas Pekanbaru yang datang langsung untuk memperkuat koordinasi. Ini menunjukkan komitmen serius dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba".

"BNNP Riau siap bersinergi melalui berbagai program, mulai dari sosialisasi, tes urine berkala, hingga pendalaman informasi jika diperlukan,"  jelas Ali Machfud.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan pemberantasan narkoba harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pencegahan dan rehabilitasi.

"Kita ingin memastikan bahwa lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan. Pencegahan harus berjalan beriringan dengan penindakan. Dengan komunikasi yang intens dan kolaborasi yang solid, kita optimistis bisa menekan peredaran narkoba hingga titik minimal," pungkasnya.

Melalui kunjungan ini, hubungan kelembagaan antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan BNNP Riau diharapkan semakin erat dan terstruktur.