Balap Cepat Tanpa Knalpot Brong, Green Policing jadi Magnet Anak Muda Bangkinang

Lomba-lari-di-bangkinang.jpg
Lomba Lari 100 Meter Green Policing di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bangkinang Kota, Kampar. (Dok. Polres Kampar)

RIAU ONLINE, KAMPAR - Suasana malam di kawasan Taman Kota Bangkinang tampak berbeda dari biasanya, Sabtu, 28 Februari 2026. Tepat pukul 21.45 WIB, ratusan pasang mata tertuju ke lintasan sederhana di depan Mahligai Bungsu, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. 

Di lokasi inilah Polres Kampar menggelar Lomba Lari 100 Meter Green Policing sebagai upaya membangun budaya positif di kalangan generasi muda.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Satuan Lalu Lintas tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Kampar.

Kehadiran jajaran pimpinan menunjukkan keseriusan institusi dalam mendukung gerakan Green Policing dengan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan satu bibit pohon kepada perwakilan peserta lomba. Simbol ini menjadi penegasan bahwa lomba lari bukan sekadar kompetisi adu cepat, melainkan bagian dari kampanye membangun kebiasaan ramah lingkungan atau green habit di tengah masyarakat.

Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk mengarahkan energi anak muda ke aktivitas yang lebih bermanfaat.

"Kami ingin anak-anak muda di Bangkinang memiliki ruang yang positif untuk menyalurkan semangat dan energinya. Daripada terlibat balap liar atau aktivitas yang membahayakan, lebih baik kita kompetisi secara sehat seperti ini," ujar AKBP Boby.


Boby juga menegaskan bahwa konsep Green Policing tidak hanya berbicara tentang keamanan lalu lintas, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Usai pembukaan, Kapolres Kampar secara resmi melepas para peserta lomba lari 100 meter. Sorak sorai penonton dan rekan-rekan peserta menambah semarak suasana malam itu. Para pelari beradu cepat sesuai aturan yang telah disepakati bersama.

Meski jarak tempuh hanya 100 meter, semangat kompetisi terasa begitu kuat. Para peserta yang mayoritas generasi muda tampak antusias mengikuti setiap tahapan perlombaan.

Sementara itu, Wakapolres Kampar, Kompol Rizki Hidayat, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pendekatan persuasif kepolisian kepada masyarakat.

"Green Policing adalah wujud kehadiran Polri yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga membina dan mengajak. Kami ingin menciptakan kondisi kamtibmas yang aman dan nyaman melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat,"  ungkapnya.

Selanjutnya, Kasatlantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia mengatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengurangi aktivitas negatif remaja seperti balap liar dan menyalakan petasan di jalan.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, pemuda Bangkinang memiliki alternatif kegiatan yang sehat dan produktif. Selain itu, adanya event seperti ini juga berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi," jelasnya.

Selain membangun budaya ramah lingkungan dan mengurangi kenakalan remaja, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi. Sejumlah pelaku UMKM di sekitar Taman Kota Bangkinang terlihat memanfaatkan momentum keramaian untuk berjualan.

"Melalui Lomba Lari 100 Meter Green Policing ini, Polres Kampar menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak selalu harus bersifat represif".

"Edukasi, partisipasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun generasi muda yang sehat, peduli lingkungan, serta mencintai ketertiban," pungkasnya.