Reyhan Siapkan Simpan Kapak dan Parang di Tas Sebelum Serang Mahasiswi UIN Suska

Reyhan-Siapkan-Simpan-Kapak-dan-Parang-di-Tas-Sebelum-Serang-Mahasiswi-UIN-Suska.jpg
Barang bukti berupa parang dan kapak yang disiapkan oleh pelaku sebelum menyerang mahasiswi di UIN Suska Riau, Kamis, 27 Februari 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - RM (21) pelaku penyerangan dengan senjata tajam terhadap mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23) ternyata sudah menyiapkan rencana untuk menghabisi wanita yang dicintainya tersebut. Hal tersebut terungkap setelah dalam tas yang dibawa pelaku RM, disimpan kapak dan parang.

Namun saat melakukan aksi brutalnya, RM menggunakan kapak untuk menyerang Farradhila yang saat itu tengah mempersiapkan ujian Seminar Proposal di ruang kampus.

"Pelaku R sengaja melakukan penganiayaan dan seperti sudah direncanakan dengan membawa kapak dan parang. Namun yang digunakan adalah kapak," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Lanjut Kombes Pandra, penanganan kasus dilakukan oleh Polsek Binawidya dengan dukungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru. 

Dalam perkara ini, pelaku dijerat dengan Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.


"Pelaku akan dijerat dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara," jelas Pandra.

Menurut Pandra, penerapan pasal tersebut didasarkan pada dugaan adanya unsur perencanaan dalam aksi kekerasan yang dilakukan pelaku.

"Pelaku datang dengan membawa senjata tajam. Artinya ada persiapan sebelum kejadian. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut," pungkasnya.

Sebelumnya, Mahasiswi UIN Suska Riau, Farradila Ayu Pramesti (23) mendapatkan luka bacok sebanyak tiga kali dibagian kepala, tangan dan kaki di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Kamis, 26 Februari 2026.

Korban dibacok menggunakan kapak oleh pelaku Reyhan Mufazar (22). Paman korban, Irwansyah, menuturkan bahwa keponakannya sebenarnya dijadwalkan mengikuti seminar proposal (sempro) pukul 08.00 WIB di kampus. 

Sebelum kejadian, korban sempat meminta doa kepada keluarga agar ujiannya berjalan lancar.

"Awalnya kami tidak tahu persis kejadiannya. Informasi pertama justru dari teman dekatnya yang memberi kabar bahwa korban dibacok di kampus," ujar Irwansyah.

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut keluarga, korban sempat tidak sadarkan diri, namun dalam komunikasi terakhir kondisinya mulai membaik dan telah siuman.