Riau Gelontorkan Rp22 Miliar Lebih per Hari untuk Program MBG

Riau-Gelontorkan-Rp22-Miliar-Lebih-per-Hari-untuk-Program-MBG.jpg
Wakil Kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya konsolidasi memperkuat sinergi dan optimalisasi pelaksanaan Program MBG di Pekanbaru, Riau, Sabtu, 21 Februari 2026 lalu. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, melakukan konsolidasi ke Provinsi Riau dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu, 21 Februari 2026 lalu.

Kunjungan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, Satgas kabupaten/kota, paramitra atau yayasan, hingga seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan KSPG.

Dalam pemaparannya terlihat rincian “Anggaran MBG untuk Daerah di Riau Setiap Hari” yang menggambarkan skala besar pelaksanaan program tersebut di 12 kabupaten/kota.

Data tersebut memuat jumlah penerima manfaat, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), relawan yang terlibat, hingga rincian anggaran operasional, bahan pokok, insentif, dan total anggaran per hari.

Total 1,42 Juta Penerima Manfaat

Secara keseluruhan, program MBG di Riau saat ini telah menjangkau 1.420.723 penerima manfaat dengan dukungan 631 SPPG dan melibatkan 29.657 relawan di seluruh kabupaten/kota. Adapun total anggaran yang digelontorkan setiap hari mencapai Rp22.819.796.200.

Anggaran tersebut terbagi ke dalam beberapa komponen utama, yakni:

Pekanbaru dan Kampar Tertinggi

Dari data yang dipaparkan, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan penerima MBG terbanyak yakni 264.530 orang, didukung 119 SPPG dan 5.593 relawan, dengan total anggaran harian sebesar Rp4.271.582.000.

Sementara itu, Kabupaten Kampar berada di posisi kedua dengan 268.148 penerima manfaat, 105 SPPG dan 4.935 relawan, dengan total anggaran per hari mencapai Rp4.095.591.200.

Di sisi lain, daerah dengan jumlah penerima relatif lebih kecil seperti Kepulauan Meranti tercatat memiliki 45.279 penerima dengan anggaran harian sebesar Rp755.622.600.

Kabupaten/kota lainnya yang juga terlibat aktif dalam program ini antara lain Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi, dan Kota Dumai.

Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG di Riau menunjukkan komitmen kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

"Program ini bukan hanya tentang angka anggaran, tetapi tentang masa depan generasi kita. Setiap rupiah yang dikeluarkan adalah investasi untuk kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia," ujar Sony Sonjaya.

Sony menambahkan bahwa koordinasi antara BGN, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga para relawan menjadi kunci keberhasilan program.

"Kami hadir untuk memastikan konsolidasi berjalan optimal. Dukungan dari pemerintah daerah, para mitra, yayasan, dan relawan di lapangan sangat menentukan keberlanjutan program ini," katanya.

Menurut Sony, besarnya alokasi untuk bahan pokok menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

"Yang paling besar memang di bahan pokok, karena kita ingin memastikan standar gizi terpenuhi. Bukan sekadar memberi makan, tetapi memberi asupan bergizi yang terukur," tegasnya.

Dengan total anggaran harian yang menembus lebih dari Rp22 miliar, MBG di Riau menjadi salah satu implementasi program gizi terbesar di tingkat daerah.

Sony Sonjaya juga menekankan pentingnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran.

"Kami mengedepankan akuntabilitas dan pengawasan. Program sebesar ini harus dikelola secara profesional dan terbuka, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tutupnya.