RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hebat melanda tempat pembibitan kelapa sawit sekaligus gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Minggu, 22 Februari 2026 pukul 12.00 WIB. Gudang tersebut milik Efendi (50), seorang pecatan TNI.
Kobaran api yang disertai suara ledakan sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Selain membakar gudang dan area pembibitan sawit, api juga berdampak pada ternak kambing milik Sunardi (65), warga Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan.
Menurut Roma (25), karyawan gudang yang berada di lokasi saat kejadian, kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik. Ia melihat percikan api muncul dari kabel listrik yang terletak tidak jauh dari tangki minyak solar berbahan plastik.
"Api awalnya kecil, tapi langsung menyambar tangki solar. Tiba-tiba terdengar suara ledakan dan api membesar dengan cepat," ujar Roma.
Percikan tersebut dengan cepat memicu kobaran api besar dan menyambar tumpukan tangki berisi BBM jenis solar. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara dan terlihat dari jarak ratusan meter.
Roma segera meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Ketua RT setempat, Alfisa Damanik (46), juga turut membantu proses evakuasi warga agar menjauh dari titik api.
Tak lama berselang, sebanyak tujuh unit mobil Pemadam Kebakaran dari Kota Pekanbaru, Kecamatan Marpoyan Damai, dan Kecamatan Bukit Raya tiba di lokasi.
Petugas berjibaku memadamkan api yang terus membesar akibat banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua setengah jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.30 WIB.
Kapolsek Bukit Raya, David Richardo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang menyambar tangki solar.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta membantu proses evakuasi. Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik di dekat tangki solar berbahan plastik sehingga api cepat membesar dan menimbulkan ledakan," ujar Kompol David Richardo
Kompol David menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa instalasi listrik dan sistem penyimpanan BBM di lokasi.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penyimpanan bahan bakar, terutama jika berada dekat dengan sumber listrik. Pastikan instalasi listrik sesuai standar keamanan untuk mencegah kejadian serupa," pungkasnya.
Akibat kejadian ini, bangunan gudang dan area pembibitan sawit mengalami kerusakan berat. Sejumlah tangki solar hangus terbakar. Selain itu, ternak kambing milik Sunardi yang berada tidak jauh dari lokasi turut terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

