MBG Masuk Boarding School, Pemprov Riau Pangkas Belanja Rp45 Miliar

MBG-Masuk-Boarding-School-Pemprov-Riau-Pangkas-Belanja-Rp45-Miliar.jpg
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan optimisme atas perkembangan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau.

Abdi menegaskan, koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota kini semakin solid, sehingga berbagai kendala yang sebelumnya muncul perlahan dapat diatasi.

Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi bersama seluruh Sekretaris Daerah kabupaten/kota yang tergabung sebagai Satgas MBG di wilayah masing-masing.

"Hari ini semua informasi bisa tersampaikan dengan jelas. Memang masih ada perbedaan pendapat dan beberapa permasalahan yang dialami daerah, tetapi kita punya kesempatan untuk mengoordinasikannya secara langsung," ujar Syahrial Abdi, Sabtu, 21 Februari 2026.

Abdi mengungkapkan, pada tahap awal progres pelaksanaan MBG di Riau sempat dinilai kurang menggembirakan. Namun, berkat sinergi lintas daerah dan komunikasi yang intensif, kini pelaksanaannya menunjukkan kemajuan signifikan.

"Awalnya progres di Riau kurang menggembirakan. Tapi hari ini Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Sedikit lagi target-target yang ditetapkan bisa kita capai," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, tercatat sebanyak 223 usulan untuk wilayah daerah terpencil telah diajukan. 


Syahrial Abdi menyebut, masukan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan rapat, menjadi catatan penting untuk mempercepat realisasi program di daerah yang sulit dijangkau.

"Tadi juga ada masukan dari Pak Ketua. Setelah ini kami diberi ruang untuk berdiskusi lebih khusus terkait percepatan dan sertifikasi. Ini penting agar pelaksanaan di lapangan semakin maksimal," jelasnya.

Salah satu dampak nyata yang paling dirasakan Pemerintah Provinsi Riau, lanjut Syahrial, adalah adanya perputaran anggaran yang langsung ditransfer ke pemerintah daerah dan satuan-satuan pelaksana. Hal ini dinilai turut membantu kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi defisit anggaran.

"Yang paling kami rasakan adalah dampak nyata dari dana yang langsung ditransfer ke pemerintah daerah. Ini sangat berkontribusi terhadap kondisi daerah kita yang sedang mengalami defisit," ungkapnya.

Sekdaprov mencontohkan, dalam evaluasi pembiayaan dua minggu lalu, ditemukan bahwa terdapat tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berasrama atau boarding school yang selama ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah provinsi. 

Dengan masuknya program MBG ke sekolah-sekolah tersebut, beban anggaran daerah dapat ditekan secara signifikan.

"Contohnya sekolah kejuruan kita ada tujuh yang notabene boarding school dan selama ini dibiayai dari APBD. Hari ini Alhamdulillah MBG sudah masuk ke sana, dan kita bisa menghemat sekitar Rp45 miliar. Tentu anggaran itu bisa kita gunakan untuk program-program lainnya," tegasnya.

Menurut Syahrial, penghematan tersebut menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah. 

Ia berharap sinergi yang telah terbangun ini terus diperkuat agar target penerima manfaat dapat segera tercapai.

"Kami berharap kolaborasi dan sinergi ini semakin terbentuk dan kuat. Target kita sekitar 2,1 juta jiwa penerima manfaat bisa tercapai dalam waktu yang tidak terlalu lama," pungkasnya. (Adv Pemprov Riau)