Kapolda Riau Uji Coba Call Center 110 Direspons Lambat, Warganet: Keburu Modar

Kapolda-uji-coba-call-center.jpg
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan uji coba Call Center 110 di hadapan para siswa. (Tangkapan layar/@surabayaview.id)

RIAU ONLINE, MERANTI - Sebuah momen tak terduga terjadi saat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan uji coba layanan Call Center 110 di hadapan para siswa SMA. 

Uji coba tersebut justru menyingkap persoalan serius terkait respons layanan pengaduan kepolisian yang selama ini digaungkan sebagai saluran cepat tanggap masyarakat.

Dalam video viral akun Instagram @surabayaview.id, peristiwa itu terjadi ketika Irjen Herry secara langsung mencoba menghubungi Call Center 110 menggunakan sambungan telepon.

Beberapa kali panggilan berdering, namun tak kunjung diangkat oleh petugas. Melihat hal tersebut, Irjen Herry langsung merespons spontan.

"Nah, tidak diangkat," ujar Irjen Herry Heryawan di hadapan para siswa.

Setelah panggilan terus berdering tanpa jawaban, Irjen Herry kembali bereaksi singkat namun jelas menunjukkan kekecewaannya.

"Waduh," ucapnya, sembari berdiri di samping para siswa SMA yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Tak lama kemudian, panggilan akhirnya dijawab oleh operator Call Center 110. Namun suara terdengar putus-putus.

"Hallo, selamat siang Call Center 110 Polsek (suara terputus-putus) Polres Kepulauan Meranti, dengan siapa saya bicara?" jawab operator.

Jawaban tersebut langsung disambut tepuk tangan dari sejumlah tamu undangan dan siswa yang hadir, lantaran panggilan akhirnya terhubung meski setelah menunggu cukup lama.

Irjen Herry kemudian mulai berdialog dengan operator.

“Kenapa, Pak?” tanyanya.

“Hallo,” jawab operator.

“Iya Pak, saya mau laporan Pak. Saya di Kampung Bokor,” jelas Herry Heryawan.

Namun komunikasi kembali tersendat.

“Apa Pak?” tanya operator.

“Saya di Kampung Bokor,” ulang Herry.

“Di kampung?” tanya operator lagi.

“Bokor, Bokor,” jawab Herry dengan nada geram, menjelaskan lokasi di Pulau Rangsang Barat.


Operator kemudian kembali bertanya.

“Ada apa Pak?”

“Mau laporan,” jawab Herry.

“Boleh nggak, hallo?” sambungnya, ketika koneksi kembali terputus.

Percakapan yang tak kunjung lancar itu semakin mencairkan suasana. Irjen Herry kemudian mencoba memastikan identitas petugas.

“Bapak siapa namanya tadi?” tanya Herry.

“Iya,” jawab operator singkat.

“Namanya siapa?” tanya Herry lagi.

“Brigadir Zulfahmi, Pak,” jawab operator.

Mendengar itu, Irjen Herry pun memperkenalkan diri. “Saya Kapolda Riau, Pak,” tegas Herry Heryawan.

Namun respons operator justru membuat suasana semakin riuh. “Siapa Pak?” tanya operator, yang langsung disambut tawa para siswa dan undangan.

Irjen Herry kembali menegaskan identitasnya. “Herry Heryawan,” jawabnya.

“Kapolda Bapak?” tanya operator. “Ada nama selain itu nggak yang jadi Kapolda Riau?” kata Herry.

Barulah operator menyadari dan merespons dengan nada berubah.

“Siap, tidak ada Jenderal,” jawab operator.

Kapolda Riau kemudian menutup percakapan dengan nada tegas namun tetap disertai pesan pembinaan.

“Kamu ketemu saya, saya kasih hadiah setelah ini,” ujar Herry.

“Kapolres catat,” sambungnya.

“Terima kasih ya. Ada yang perlu disampaikan?”

“Siap, tidak Jenderal,” jawab operator.

Video uji coba Call Center 110 tersebut kemudian viral. Bukannya menuai apresiasi, peristiwa ini justru memancing beragam kritik pedas dari netizen terkait lambat dan tidak profesionalnya respons layanan pengaduan kepolisian.

Beberapa warganet berkomentar bahwa petugas belum memberikan respon cepat.

“Lain kali cari CS-nya yang sopan dan nggak budeg,” tulis akun nur***.

“Hahaha, cara jawabnya gitu, gimana mau nge-respon ke lapangan,” kata Sina***.

“Pak Kapolda sedang jujur kepada kita, begitulah pelayanan 110 menerima pengaduan kita,” balas bas***.

“Ha ho ha ho, gitu, gimana mau laporan keburu modar,” komentar jea***.

“Kek gini respon cepat, lebih fast respon damkar lagi,” tulis Ki***.

“Ditelpon Kapolda saja begini, bagaimana kalau masyarakat sipil yang nelpon,” kata pur***.

“Tutorial cara mempermalukan institusi sendiri,” sambung Ric***.

“Dipermalukan oleh bawahannya sendiri,” tutup Ung***.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai tamparan keras bagi kualitas pelayanan publik, khususnya layanan pengaduan kepolisian yang seharusnya cepat, responsif, dan profesional. 

Uji coba yang dilakukan Kapolda Riau di depan pelajar justru memperlihatkan secara gamblang persoalan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, namun jarang terungkap secara terbuka.