RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman melalui kegiatan kerja bakti bersama, Rabu, 18 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan datangnya bulan penuh berkah dengan aksi nyata kepedulian terhadap kebersihan serta penguatan nilai kebersamaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, dan diikuti seluruh jajaran petugas serta melibatkan warga binaan. Sejak pagi hari, suasana kebersamaan tampak begitu kental.
Para petugas dan warga binaan bergotong royong membersihkan berbagai titik di sekitar lingkungan lapas, terutama fasilitas umum yang kerap digunakan bersama.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan area Masjid Riyadhul Jannah yang berada di lingkungan lapas, termasuk halaman, tempat wudhu, serta area sekitar bangunan.
Selain itu, saluran pembuangan air di sekitar lapas juga menjadi perhatian khusus guna memastikan tidak ada penyumbatan yang berpotensi menimbulkan genangan maupun sarang penyakit.
Halaman masjid dibersihkan dari daun-daun kering dan sampah, rumput liar dirapikan, serta saluran air dikuras agar tetap lancar dan bebas dari kotoran.
Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk kepedulian bersama dalam menyambut Ramadan dengan suasana yang bersih dan kondusif.
"Kerja bakti ini menjadi wujud nyata kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan lapas dan fasilitas umum di sekitarnya," kata Yuniarto.
Menurutnya, menyambut Ramadan tentu harus diawali dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, agar ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk.
Yuniarto menambahkan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai pembinaan bagi warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam kerja bakti, warga binaan diajak untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong.
"Kami ingin menanamkan nilai-nilai positif kepada warga binaan, bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab bersama. Momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, serta kebersamaan, tambah pria berkacamata itu.
Menurut Yuniarto, lingkungan yang bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menciptakan suasana psikologis yang lebih nyaman bagi seluruh penghuni lapas, baik petugas maupun warga binaan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kekeluargaan. Tidak terlihat sekat antara petugas dan warga binaan, semuanya bekerja bahu-membahu demi terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan asri.
Melalui kegiatan kerja bakti ini, Lapas Pekanbaru berharap kebersihan lingkungan dapat terus terjaga secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga menjadi budaya sehari-hari.
"Dengan lingkungan yang sehat dan nyaman, pelaksanaan ibadah di bulan suci diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta membawa keberkahan bagi seluruh insan Pemasyarakatan," pungkasnya.

