RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lima hari sudah tim gabungan dari berbagai instansi berjibaku menjinakkan si jago merah yang masih membara di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, hingga Minggu, 15 Februari 2026.
Medan yang ekstrem menjadi musuh utama bagi para petugas di lapangan. Lokasi kebakaran yang berada di Pulau Mendol dilaporkan sangat sulit dijangkau melalui akses darat.
Kondisi ini diperparah dengan belum adanya bantuan pemadaman dari udara (water bombing), sehingga tim harus mengandalkan kekuatan manual di tengah kepungan asap.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini api masih sulit dipadamkan sepenuhnya. Tim yang terdiri dari BPBD Riau, BPBD Pelalawan, TNI, Polri, hingga Manggala Agni, terus berupaya melokalisir api agar tidak semakin meluas.
"Di Pelalawan masih terbakar. Pemadaman oleh tim gabungan," kata Jim, Sabtu 14 Februari 2026.
Sedikitnya 12 personel terlatih dari BPBD Riau telah diterjunkan khusus untuk memperkuat barisan di Pulau Mendol. Mereka harus menghadapi tantangan logistik dan jarak tempuh yang jauh demi memastikan api tidak merembet ke kawasan pemukiman atau hutan lindung yang lebih luas.
"Tim kita dari BPBD Riau sudah lima hari turut melakukan pemadaman di Pelalawan bersama tim gabungan," papar Jim.
Selain di Pelalawan, tim gabungan juga tersebar di beberapa titik panas lainnya di Riau. Di Kabupaten Bengkalis, upaya pendinginan terus dilakukan di Desa Damai, Kecamatan Air Putih dan Desa Tanjung, Leban Kecamatan Rupat.
Sementara itu, kabar baik datang dari Kota Dumai. Api di wilayah Bukit Timah dan Lubuk Gaung sudah berhasil dijinakkan, kini masuk tahap pendinginan.
“Saat ini karhutla di Dumai sedang pendinginan. Namun tim pemadam masih siaga mencegah api kembali membara,” ungkap Jim.
Meski beberapa wilayah mulai terkendali, fokus utama saat ini tetap tertuju pada Pulau Mendol yang masih menjadi titik kritis.

