Karhutla di Bengkalis Picu Kabut Asap, Warga Sebut Belum Ada Petugas Pemadaman

kabut-karhutla-di-bengkalis.jpg
Kabut asap dari karhutla di Tameran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. (Istimewa)

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Tameran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu, 11 Februari 2026.

Karhutla di Tameran yang sudah terjadi dalam sepekan ini telah memicu kabut asap tebal. Menurut warga setempat, Ikal, karhutla di lokasi tersebut kian parah, namun belum terlihat aparat maupun petugas berwenang yang hadir di lokasi untuk berupaya membantu pemadaman.

"Sampai sekarang tak ada petugas. Saya juga bukan Damkar," ujar Ikal dalam live reportnya, Rabu, 11 Februari 2026.

Kabut asap putih pekat juga tampak menutupi area sekitar. Selain itu, sejumlah warga setempat telah mengeluhkan batuk dan sesak nafas.

Karhutla masih terjadi dan tidak ada upaya pemadaman di lokasi kejadian. Menurut data  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, 139 titik panas terdeteksi di Bengkalis hari ini.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat sudah ada 10 kabupaten/kota di provinsi setempat terjadi karhutla pada awal 2026 dengan luasan 182,76 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan ke-10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Inhil, Kuantan Singingi (Kuansing), serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Untuk karhutla di Kota Dumai, lanjutnya, hingga saat ini tercatat seluas 19,52 hektare, Bengkalis (65,51), Kepulauan Meranti (7,90), Siak (9,55), Pekanbaru (11,58), Kampar (8,50), Pelalawan (21), Inhu (1,20), Inhil (36,50), dan Kuansing (1,50).

Berdasarkan rincian luasan tersebut ditemukan 848 titik panas dengan jumlah titik api sebanyak 79. Oleh karena itu, BPBD Damkar Riau meminta BPBD kabupaten/kota untuk dapat menetapkan status siaga darurat karhutla.