Gajah Sumatera di Pelalawan Mati Tanpa Kepala, Diduga Ditembak Pemburu

gajah-mati-di-pelalawan3.jpg
Gajah Sumatera ditemukan mati di kawasan hutan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. (Dok. BBKSDA Riau)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Seekor gajah Sumatera ditemukan mati secara mengenaskan di kawasan hutan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Satwa dilindungi tersebut ditemukan tanpa kepala dan gading di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), tepatnya di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga.

Tim gabungan dari Polres Pelalawan, Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa, 3 Februari 2026.

Kabid Labfor Forensik Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan, menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti penting yang mengarah pada dugaan tindak pidana perburuan liar.

"Kami telah melaksanakan olah TKP di daerah Ukui bersama tim dari Polres Pelalawan dan BKSDA pada hari Selasa, 3 Februari 2026," ujar AKBP Ungkap Siahaan, Jumat, 6 Februari 2026.

Berdasarkan hasil olah TKP, pihaknya menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api.

Ungkap merinci, potongan logam pertama memiliki diameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter. Sementara satu serpihan lainnya berukuran panjang kurang lebih 6,94 milimeter.


"Setelah dilakukan tes pendahuluan secara saintifik, dari dua potongan logam tersebut terdeteksi positif mengandung timbal (lead), tembaga atau kuningan, serta nitrat mesiu dan residu tembakan," jelasnya..

Sementara itu untuk jenis senjata yang digunakan, kata dia, masih dalam proses pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian gajah Sumatera itu berkaitan dengan penggunaan senjata api. Namun, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut untuk memastikan jenis senjata serta kronologi pasti kejadian.

Selain proyektil, tim forensik juga mengamankan sejumlah sampel dari lokasi penemuan bangkai gajah. Sampel tersebut diambil dari beberapa titik berbeda untuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur racun.

"Barang bukti lain yang kami temukan berupa sampel tanah dan air dari genangan di bawah ekor gajah, kemudian sampel tanah dan air di bawah kaki gajah, serta sampel tanah dan genangan air di bawah bagian kepala gajah," paparnya.

Seluruh sampel tersebut telah dilakukan uji pendahuluan di laboratorium forensik. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi penggunaan zat beracun yang umum digunakan dalam kasus perburuan satwa liar.

"Dari hasil tes pendahuluan, sampel tersebut negatif sianida dan negatif merkuri. Karena belum ditemukan adanya kandungan sianida maupun merkuri, maka sementara ini dapat kami simpulkan bahwa indikasi keracunan belum ditemukan," tegas AKBP Ungkap Siahaan.

Kasus ini kini dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Polisi bersama BKSDA terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan jaringan yang terlibat dalam kematian tragis satwa dilindungi tersebut.