RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau menargetkan pemberian vaksin sebanyak 20.000 dosis untuk hewan ternak di Riau, hingga Maret 2026.
Kepala DPKH Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, Provinsi Riau telah mendapat bantuan vaksin PMK sebanyak 20.000 dosis tersebut dari Pemerintah Pusat. Bantuan vaksin ini, sudah didistribusikan ke kabupaten/kota sebanyak 12.250 dosis.
"Kita targetkan, vaksinasi PMK di di bulan Februari sebanyak 10.000 dosis dan bulan Maret sebanyak 10.000 dosis. Ini untuk tahap pertama periode Januari-Maret. Tahap kedua dilanjutkan pada Juli–September 2026," ujarnya, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, vaksinasi PMK ini adalah upaya untuk mengendalikan dan melindungi hewan ternak dari penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan daerah terhadap program nasional Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026 yang dilaksanakan secara terpadu antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
"Kita berharap vaksinasi PMK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan guna melindungi kesehatan hewan ternak, menjaga produktivitas peternakan, serta mendukung ketahanan pangan di Provinsi Riau," jelasnya.
Virus PMK sempat menyebar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Pada tahun 2025, Dinas PKH mendapatkan laporan 304 kasus PMK. Kasus PMK tersebut terjadi di delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau.
"Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah yang paling banyak hewan ternaknya terjangkit PMK, dengan 143 kasus. Sementara satu ternak dilaporkan mati di Kota Dumai," pungkasnya.

