RIAU ONLINE, PEKANBARU – Tokoh Masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus, mengungkapkan kronologi lengkap peristiwa memanasnya unjuk rasa ratusan warga di depan Tempat Hiburan Malam (THM) New Paragon, Jalan Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Senin 2 Februari 2026 sore hingga malam hari.
Menurut Azlaini, kekecewaan massa bermula saat Penjabat Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru dan Kepala Satpol PP menerima pernyataan sikap serta aspirasi masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB. Pada saat itu, massa dengan lantang menuntut agar New Paragon segera ditutup.
“Seandainya saat itu Pak Sekda langsung mendesak manajemen untuk menggembok dan menghentikan seluruh aktivitas, persoalan selesai. Massa pasti langsung bubar,” ujar Azlaini, Selasa 3 Februari 2026.
Namun yang terjadi, kata Azlaini, massa justru menunggu dalam waktu yang sangat lama tanpa kepastian. Di tengah penantian, massa melaksanakan salat Magrib berjemaah di lokasi aksi, sementara sebagian lainnya berbuka puasa dengan seadanya. Menjelang malam, massa kembali melaksanakan salat Isya berjemaah.
Situasi mulai memanas ketika seorang anggota Polresta Pekanbaru menyampaikan bangunan New Paragon telah digembok. Beberapa perwakilan massa, termasuk Azlaini, kemudian masuk ke area pekarangan untuk memastikan penutupan tersebut.
“Faktanya, yang digembok hanya pintu depan. Kami melihat ke dalam, ternyata masih ada anggota Polresta dan Satpol PP di dalam, dan pegawai Paragon juga masih beraktivitas. Aktivitas belum dihentikan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut memicu kemarahan massa. Menurut Azlaini, kekecewaan memuncak karena massa merasa dipermainkan. Sementara itu, Sekdako dan jajaran Satpol PP sudah tidak terlihat lagi di lokasi.
“Ini yang menyulut emosi massa. Digembok, tapi kegiatan masih berjalan. Sekda dan Satpol PP sudah tidak ada di tempat,” tegasnya.
Di tengah situasi yang memanas, sebagian massa sempat meneriakkan kata “bakar”. Namun Azlaini mengaku langsung berupaya meredam emosi massa agar situasi tidak berujung anarkis.
Sebagian massa kemudian berinisiatif membeli rantai dan gembok tambahan ke Pasar Sail. Sekitar pukul 21.00 WIB, mereka kembali ke lokasi dan mulai melakukan penyegelan secara mandiri.
Beberapa perwakilan massa masuk melalui pintu belakang untuk memastikan seluruh bangunan dalam kondisi kosong sebelum digembok. Pada saat bersamaan, massa melihat sekitar lima hingga tujuh kendaraan taktis Polresta Pekanbaru yang sebelumnya terparkir di halaman belakang keluar dari area New Paragon.
Tak lama kemudian, dua orang dari pihak manajemen menyampaikan terdapat kamar atau mess pegawai di bagian belakang bangunan yang dihuni sejumlah pekerja, termasuk DJ perempuan. Azlaini menegaskan seluruh bangunan harus dikosongkan dan memberi waktu 15 menit.
“Setelah dicek, ternyata mess itu sudah kosong, tidak ada penghuni,” jelasnya.
Setelah memastikan seluruh ruangan kosong, massa melanjutkan penyegelan dengan menggembok seluruh pintu bangunan, kecuali satu pintu yang rusak dan tidak dapat dipasangi gembok.
Pintu pagar belakang yang menghadap Gang Keluarga, dekat Musholla Ansharullah, juga turut digembok.
“Setelah semua orang, termasuk beberapa anggota kepolisian, keluar dari pekarangan, barulah pintu pagar depan digembok,” kata Azlaini.
Ia memastikan tidak ada satu pun anggota massa yang masih berada di dalam bangunan saat penyegelan selesai. Sebagian massa kemudian membersihkan sampah dan botol air mineral di sekitar Jalan Sultan Syarif Kasim II sebelum akhirnya membubarkan diri.
“Seluruh massa, termasuk anggota kepolisian, benar-benar bubar sekitar pukul 23.00 WIB,” tutup Azlaini.

