Saat Kapolda Riau Tak Ingin Ada Lagi PTDH, 3 Polisi di Bengkalis Justru Terancam Dipecat

Kapolda-usai-pimpin-ptdh.jpg
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, usai memimpin upacara PTDH 12 personel Polda Riau, Kamis, 29 Januari 2026. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyatakan komitmennya untuk tidak lagi menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi jajaran personelnya. Namun, pernyataan tersebut kini diuji oleh realitas di lapangan yang menunjukkan masih adanya oknum polisi yang terlibat tindak pidana serius.

Dalam keterangannya saat memimpin upacara pemecatan 12 personel yang terlibat narkoba dan pidana lain di Mapolda Riau, jenderal bintang dua itu menekankan keinginannya agar pelanggaran serupa berhenti total. 

"Saya tegaskan kembali, tidak boleh ada lagi upacara PTDH seperti hari ini," tegas Irjen Herry, Kamis, 29 Januari 2026.

Sayangnya, ketegasan Irjen Herry berbanding terbalik dengan peristiwa yang baru saja terjadi di Kabupaten Bengkalis. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, tiga oknum polisi yakni Briptu MA, Brigpol PP, dan Bripda MS, justru terciduk sedang berpesta narkoba di sebuah hotel di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bengkalis, Bengkalis, Riau.


Ketiga personel tersebut digerebek di kamar hotel nomor 204 dan 218 bersama empat warga sipil lainnya, dua di antaranya adalah perempuan. Praktik penyimpangan ini menjadi ironi di tengah upaya bersih-bersih yang sedang digalakkan pimpinan Polda Riau.

Proses hukum kini tengah berjalan bagi ketiga oknum tersebut. Jika nantinya mereka dinyatakan bersalah melalui sidang Kode Etik maupun vonis di Pengadilan Negeri Bengkalis, maka upacara PTDH yang sangat dihindari oleh Kapolda kemungkinan besar akan kembali digelar.

Terkait transparansi, daftar nama personel yang telah dipecat secara resmi akan diumumkan kepada publik. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui secara jelas bahwa oknum-oknum bermasalah tersebut sudah bukan lagi menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.

"Upacara ini adalah janji kami kepada publik. Kami ingin memastikan bahwa personel yang melayani masyarakat adalah mereka yang benar-benar berintegritas," tutup jenderal bintang dua itu.