RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota DPRD Provinsi Riau, Khairul Umam, meminta pemerintah segera memfungsikan Jalan Lingkar Barat Duri, yang saat ini sudah selesai dibangun.
Menurutnya, jalan lingkar tersebut sangat penting untuk mengurai kemacetan dan kecelakaan yang disebabkan banyaknya truk tonase besar di kawasan padat penduduk Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
"Kita minta agar jalan lingkar segera difungsikan, supaya truk-truk tonase besar yang selama ini melewati jalanan dalam kota bisa dialihkan melalui jalan lingkar itu. Karena keberadaan truk tonase besar di jalanan kota berpotensi menyebabkan kecelakaan," ujarnya, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah meninjau jalan tersebut. Jalan yang fungsinya sangat penting ini, justru hanya menjadi lokasi bermain layangan oleh anak-anak setempat.
"Saya belum dapat informasi kenapa belum difungsikan, dan kemarin kita lihat jalan itu jadi tempat bermain layangan oleh anak-anak. Padahal jalan ini sangat penting," jelasnya.
Jalan Lingkar Barat Duri memiliki panjang 33 kilometer dan menghubungkan Kelurahan Balai Raja hingga KM 11 Simpang Air Kulim Desa Petani.
Jalur ini akan menjadi rute utama kendaraan logistik dengan pengaturan arus sebagai berikut: Dumai – Duri – Pekanbaru diarahkan melalui KM 11 Simpang Air Kulim, Dalam Kota Duri – Pekanbaru diarahkan melalui KM 33 Balai Raja, dan Pekanbaru – Duri – Dumai diarahkan masuk di KM 33 Balai Raja dan keluar di KM 11 Air Kulim.
Sebagai bagian dari penataan, sepanjang 25,25 kilometer Jalan Lingkar Barat akan dialihkan fungsinya menjadi jalan nasional, mulai dari Simpang Exit Tol Pinggir hingga KM 11 Air Kulim, untuk mempermudah pengelolaan dan pemeliharaan jalan.

