RIAU ONLINE, PEKANBARU - Program pembangunan Koperasi Merah Putih yang digagas sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah pedesaan dan kelurahan terus menunjukkan progres signifikan di Provinsi Riau.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menyampaikan bahwa hingga tiga bulan pelaksanaan, capaian pembangunan koperasi di Riau dan Kepulauan Riau telah mendekati 50 persen dari total target.
"Jumlah desa dan kelurahan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau itu ada sekitar 2.281. Sampai saat ini, dalam waktu tiga bulan berjalan, kita sudah mencapai hampir 50 persen, atau sekitar 1.004 koperasi yang sudah dibangun maupun yang masih dalam proses pembangunan," ujar Mayjen Agus Hadi Waluyo, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menyebut pembangunan Koperasi Merah Putih dilakukan secara bertahap dan terukur. Progres pelaksanaan terus dievaluasi secara rutin setiap pekan bersama pimpinan untuk memastikan percepatan pembangunan berjalan sesuai rencana.
"Progres ini terus kita evaluasi setiap minggu bersama pimpinan. Fokus kita adalah percepatan pembangunan, karena saya yakin koperasi ini akan menjadi sesuatu yang sangat berguna di kemudian hari, terutama dalam memastikan ekonomi kerakyatan benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa dan kelurahan," tegasnya.
Mayjen Agus menuturkan, kehadiran Koperasi Merah Putih mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme warga menjadi modal penting dalam menjalankan program ini, karena pembangunan koperasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
"Rata-rata masyarakat menyambut baik dan menyambut positif pembangunan koperasi ini. Kita berkolaborasi dan melibatkan masyarakat, karena pada akhirnya koperasi ini akan membangun desa itu sendiri," katanya.
Jenderal bintang dua itu menjelaskan, koperasi dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan, sehingga seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih maksimal, terarah, dan berkelanjutan.
"Nantinya kita bentuk koperasi agar semua kegiatan ekonomi di desa dan kelurahan bisa berjalan maksimal, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yaitu untuk menggerakkan ekonomi rakyat," jelasnya.
Di Provinsi Riau, lanjutnya, progres pembangunan Koperasi Merah Putih terus berjalan dengan baik. Pihaknya juga terus mencari dan menentukan lokasi-lokasi yang paling tepat agar koperasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Alhamdulillah, di Riau progresnya terus berjalan. Kita juga terus mencari lokasi yang tepat untuk membangun koperasi ini agar benar-benar bermanfaat dan mampu meningkatkan perekonomian serta ekonomi kerakyatan sampai ke tingkat desa," tambahnya.
Meski capaian saat ini cukup menggembirakan, Mayjen Agus menegaskan seluruh pihak tidak boleh berpuas diri. Target pembangunan koperasi di seluruh desa dan kelurahan harus dicapai secara menyeluruh.
"Target kita jelas, 2.281 desa dan kelurahan. Kita tidak boleh berpuas diri. Kita akan terus mencari, mengembangkan, dan memaksimalkan pembangunan koperasi ini sesuai target yang sudah ditetapkan," tegas Mayjen Agus.
Mayjen Agus Hadi juga mengakui bahwa setiap desa memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam proses pembangunan koperasi. Mulai dari kondisi geografis, jumlah penduduk, hingga karakter tanah dan wilayah.
"Setiap desa itu berbeda-beda. Ada desa dengan jumlah masyarakat yang besar, ada juga tantangan di wilayah kepulauan, serta kondisi tanah seperti gambut dan perairan yang membutuhkan proses tersendiri. Semua itu kita perhitungkan agar pembangunan koperasi tetap berjalan optimal," pungkasnya.

