RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau masyarakat agar melakukan peremajaan instalasi listrik bangunan secara berkala. Imbauan ini disampaikan menyusul masih maraknya kasus kebakaran rumah dan bangunan yang dipicu oleh korsleting listrik.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebutkan banyak kejadian kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek yang dipicu oleh instalasi listrik yang sudah berusia tua dan tidak lagi layak digunakan.
“Apalagi Pekanbaru ini suhu udaranya cukup panas. Di Pekanbaru, jaringan listrik itu cepat aus, terutama pada bangunan yang menggunakan atap seng,” ujar Markarius Anwar, Selasa 27 Januari 2026.
Ia mencontohkan dua peristiwa kebakaran yang terjadi pada awal tahun ini di wilayah Bukit Raya dan Rumbai. Dalam dua kejadian tersebut, rumah dan toko milik warga dilaporkan terbakar pada hari yang sama.
Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam setelah dua anak penghuni rumah meninggal dunia akibat kebakaran. Selain itu, sejumlah sepeda motor dan barang berharga milik warga juga hangus terbakar.
“Kalau kita lihat secara umum, sumber api berasal dari korsleting listrik. Di beberapa titik yang saya lihat, rumah-rumahnya sudah tua. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik,” jelasnya.
Markarius menambahkan, bangunan yang telah berusia lebih dari 10 tahun sebaiknya melakukan penggantian instalasi listrik secara menyeluruh sebagai langkah antisipasi dini terhadap risiko kebakaran.
“Seal pengaman kabel itu bisa meleleh karena panas. Saat itulah muncul percikan api. Jadi rumah-rumah tua silakan dicek instalasi listriknya dan diperbarui,” pungkasnya.
Pemko Pekanbaru berharap kesadaran masyarakat terhadap keamanan instalasi listrik dapat meningkat, sehingga risiko kebakaran akibat korsleting listrik dapat diminimalkan dan keselamatan warga lebih terjaga.

