Pemuda di Pekanbaru Tewas Karena Kecanduan Judol, Aidhil: Blokir Situs Judol

Pemuda-di-Pekanbaru-Tewas-Karena-Kecanduan-Judol-Aidhil-Blokir-Situs-Judol.jpg
nggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap maraknya praktik judi online (judol) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat dan berdampak buruk bagi generasi muda.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya kasus judi online di Pekanbaru, termasuk peristiwa terbaru seorang pemuda yang tewas diduga akibat frustrasi setelah terjerat judi online.

“Kita sangat miris melihat kondisi maraknya judi online ini. Apalagi yang terbaru sampai ada kasus bunuh diri. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Aidhil, Sabtu 24 Januari 2026.

Politisi Partai NasDem yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru itu menegaskan, aparat kepolisian harus memperketat pengawasan sekaligus segera memblokir situs-situs judi online secara menyeluruh.

“Aparat kepolisian harus segera memblokir situs judi online dan dilakukan pemantauan secara kontinu agar tidak muncul kembali situs-situs baru,” tegasnya.


Selain peran kepolisian, Aidhil menilai keterlibatan pemerintah daerah dan instansi terkait juga sangat dibutuhkan, terutama dalam pengawasan serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak negatif judi online.

Menurutnya, praktik judi online kini telah merambah berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kelompok ekonomi menengah ke bawah hingga kalangan anak muda.

“Judol sudah masuk ke semua lapisan. Ada masyarakat yang seharusnya fokus memenuhi kebutuhan keluarga, malah ikut terjerumus,” katanya.

Aidhil menambahkan, kecanduan judi online dapat menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan sosial dan ekonomi seseorang, bahkan berpotensi mendorong terjadinya tindak kriminal.

“Kecanduan judol ini sangat berbahaya. Bisa mendorong orang melakukan kejahatan demi mendapatkan uang, mulai dari jambret, pencurian, hingga tindak kriminal lainnya,” ujarnya.

Untuk menekan angka kasus judi online di Pekanbaru, Aidhil juga mengajak masyarakat, khususnya keluarga, agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar dan penggunaan perangkat digital.

“Kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gadget anak-anak. Judi online sangat mudah diakses, sehingga pengawasan harus benar-benar ketat,” pungkasnya.