Sebut Kondisi BUMD Riau Memprihatinkan, DPRD Riau: Hanya 2 Perusahaan yang Sehat

DPRD-Provinsi-Riau-Minta-Pemprov-Bentuk-Tim-Penyelamat-PT-PIR.jpg
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Abdullah mengatakan kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau masih dalam kondisi memprihatinkan. Dari 6 BUMD, hanya 2 BUMD Riau yang dapat dikategorikan 'sehat'. 

Hal ini ia sampaikan sebagai respon atas pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tirto Karnavian yang menyebutkan hampir 30 persen BUMD tidak profesional dan justru mengalami kerugian tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

"Sesuai dengan pernyataan pak menteri tersebut, memang masih ada BUMD kita yang belum bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kita juga selama ini mengkritik BUMD kita agar terus berbenah," ujarnya, Rabu, 21 Januari 2026. 


Ia menjelaskan, sejumlah masalah masih terjadi di BUMD Riau, seperti kerugian, PHK, dan kepemilikan utang. Demikian juga dengan kinerja jajaran direksi. 

Ia menjelaskan, pihaknya juga sudah meminta Pemprov Riau untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap BUMD. Demikian juga jajaran direksi yang harus ditempatkan dengan posisi dan kredibilitas yang tepat.

Kedepan, pihaknya berharap agar BUMD di Riau dapat menjadi rujukan bagi kabupaten/kota dan daerah lainnya. 

"Saat ini kan kita terus melakukan peninjauan dan evaluasi bersama Pemprov Riau terkait BUMD di Riau. Kita ingin agar BUMD dibentuk untuk kesejahteraan daerah dan masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran," pungkasnya.