Diduga Begal, Mobil Warga Dihancurkan di Jalan Tuanku Tambusai

mobil-pecah-kaca-oleh-diduga-begal.jpg
Kondisi kaca mobil korban usai dilempari kelompok diduga begal di Jalan Tuanku Tambusai, Selasa, 14 Januari 2026, malam. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi kejahatan jalanan kembali meresahkan warga Kota Pekanbaru. Seorang pengendara mobil nyaris menjadi korban begal saat melintas di kawasan Jalan Tuanku Tambusai, Selasa, 13 Januari 2026 sekitar pukul 21.35 WIB.

Korban yang baru saja keluar dari area Mall SKA mengaku mengalami kejadian mencekam ketika mobilnya tiba-tiba disorot senter dari arah belakang oleh empat orang tak dikenal. 

Para pelaku kemudian menghentikan laju kendaraan korban dan memaksa agar pintu serta kaca mobil dibuka.

Dalam kondisi panik dan kebingungan, korban tidak langsung menuruti permintaan tersebut. Ia justru mencoba mengemudikan mobil secara perlahan untuk menjauh. Namun tindakan itu justru memicu aksi brutal para pelaku.

Kelompok tersebut langsung melempari mobil korban dengan batu. Kaca depan mobil dihantam menggunakan helm hingga pecah, sementara pelaku lainnya melempar batu berukuran cukup besar ke arah kaca belakang mobil hingga hancur berantakan.


Korban menyebut, para pelaku diduga kuat memiliki niat jahat dan berusaha melakukan aksi pembegalan. Dalam kondisi kaca mobil pecah dan suasana semakin mencekam, korban mengaku dimintai uang oleh para pelaku.

"Ini benar-benar kejadian nyata. Mereka bukan main-main. Kaca mobil dihancurkan, saya diminta uang. Ini jelas niat begal," ungkap korban dalam keterangannya yang beredar di media sosial.

Beruntung, korban dapat menyelamatkan diri dari situasi berbahaya tersebut meski mengalami kerugian materi akibat kerusakan kendaraan serta trauma psikologis yang mendalam.

Kejadian ini pun langsung menyita perhatian publik setelah diunggah media sosial akun Instagram @pekanbarutalk_ dan viral. Sejumlah warganet mengecam maraknya aksi kejahatan jalanan di Pekanbaru. Warganet bahkan mempertanyakan keberadaan tim keamanan dan aparat penegak hukum.

"Tim raga di mana kamu? Jangan cuma waktu buat video aja baru kelihatan. Ini kejadian nyata yang harus ditindak, bukan kejadian fiktif," tulis seorang warganet.

Sejumlah warganet meminta pihak kepolisian dan aparat terkait segera bertindak cepat mengusut kasus tersebut serta meningkatkan patroli, khususnya di kawasan rawan kejahatan pada malam hari. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait adanya membuat laporan resmi dari korban. Namun masyarakat berharap aparat segera mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.