RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional pemerintah.
Komitmen ini ditegaskan usai pelaksanaan sosialisasi intensif yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau terkait implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Sosialisasi tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama jajaran pemasyarakatan lainnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan pemahaman serta mempersiapkan strategi pelaksanaan program MBG di lingkungan Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), khususnya melalui pembangunan dapur sehat berstandar nasional.
Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya dipandang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar berupa makanan, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi layanan pemasyarakatan yang lebih humanis, berorientasi pada kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu aspek penting dalam program ini adalah penyediaan dapur sehat yang higienis, terstandar, dan dikelola secara profesional.
Menariknya, pengelolaan dapur sehat tersebut akan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memiliki sertifikasi keahlian di bidang tata boga.
Skema ini dinilai mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjamin kualitas gizi makanan sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan demi menyukseskan program tersebut.
Yuniarto menekankan bahwa aspek kebersihan, keamanan pangan, serta standar operasional dapur menjadi perhatian utama.
"Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen penuh mendukung program prioritas pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis," kata dia.
"Fokus kami adalah memastikan dapur sehat dapat beroperasi secara maksimal, memenuhi standar higienitas, dan melibatkan Warga Binaan yang telah tersertifikasi. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga pembinaan dan masa depan mereka," ujar Yuniarto, Jumat, 9 Januari
Lebih lanjut, Yuniarto menjelaskan bahwa keterlibatan Warga Binaan dalam pengelolaan dapur sehat merupakan bentuk nyata pembinaan berbasis keterampilan.
Dengan bekal sertifikasi dan pengalaman kerja selama menjalani masa pidana, diharapkan para Warga Binaan memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat secara mandiri dan produktif.
Program MBG ini juga sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menegaskan bahwa fungsi pemasyarakatan harus memberikan dampak positif secara langsung bagi kualitas hidup manusia.
Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berbicara soal pembinaan hukum, tetapi juga peningkatan kesehatan, keterampilan, dan kesejahteraan.
"Pembangunan dapur sehat dan penyediaan Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari 15 Program Aksi prioritas Kemenimipas. Kita ingin memastikan standar asupan gizi terpenuhi dengan baik," ujarnya.
"Melalui pemberdayaan Warga Binaan yang tersertifikasi, kita tidak hanya menyediakan makanan berkualitas, tetapi juga membekali mereka dengan keahlian nyata sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Pasca sosialisasi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru akan segera mengambil langkah-langkah strategis, mulai dari peningkatan standar fasilitas dapur, penyesuaian sarana pendukung, hingga pemetaan dan pendataan Warga Binaan yang memiliki kompetensi serta sertifikasi di bidang tata boga.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, Kanwil Ditjenpas Riau, dan jajaran pemasyarakatan di daerah, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan.

