APBD Pekanbaru 2026 Segera Disahkan, DPRD Fokus Program Prioritas Masyarakat

Tengku-Azwendi-Apresiasi-Bea-Cukai-Ungkap-Dugaan-Peredaran-Rokok-Ilegal.jpg
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru Tahun 2026 akan segera diketuk palu dalam waktu dekat.

Saat ini, pembahasan telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD dalam rapat paripurna.

Azwendi mengungkapkan, proses pembahasan APBD 2026 berlangsung cukup panjang, yakni hampir dua bulan. Namun demikian, seluruh tahapan berjalan dengan baik dan kondusif.

“Pembahasan APBD ini sudah cukup panjang, lebih kurang dua bulan. Sekarang sudah mendekati tahapan akhir, yakni laporan Banggar DPRD,” kata Azwendi, Kamis 8 Januari 2026.

Ia menegaskan, lamanya proses pembahasan disebabkan oleh adanya pembahasan yang dilakukan secara detail antara DPRD dan Pemerintah Kota Pekanbaru, demi memastikan APBD benar-benar berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, pembahasan berjalan kondusif. DPRD dan pemerintah kota sama-sama aktif dan terbuka dalam membahas setiap item anggaran, sehingga membutuhkan waktu yang agak panjang,” ujarnya.


Menurut politisi Partai Demokrat ini, APBD merupakan harapan besar masyarakat Kota Pekanbaru. Setelah disahkan, berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap masyarakat bersabar menunggu. APBD ini adalah harapan masyarakat. Setelah disahkan, anggaran bisa segera dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Azwendi menjelaskan penyusunan APBD 2026 tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta kebutuhan riil Kota Pekanbaru.

Sejumlah program prioritas menjadi fokus utama, di antaranya penanggulangan banjir, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, perbaikan jalan rusak dan berlubang, serta program nasional terkait penanggulangan bencana.

“Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, program penanggulangan bencana juga menjadi perhatian dan sudah kita siapkan dalam APBD 2026,” jelasnya.

Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat turut menjadi perhatian, khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“UMKM harus terus kita dorong agar tumbuh dan berkembang, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Program pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting juga masuk dalam daftar prioritas. Tak hanya itu, kebutuhan kedewanan turut diperhatikan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aspirasi masyarakat di setiap daerah pemilihan.

“Mudah-mudahan APBD 2026 ini dapat berjalan sesuai harapan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pekanbaru,” pungkas Azwendi.