Didukung Tokoh Pembangunan Siak, Irving Kahar Tegaskan PDIP Berpihak pada Rakyat

irving-kahar-di-pdip-siak.jpg
Mantan Bupati Siak, Arwin AS, Syamsuar, Plt Gubernur Riau, Bupati Siak dan Ketua DPC PDIP Siak Irving Kahar di Kantor DPC PDIP Siak. (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK – Dukungan dari para tokoh pembangunan Kabupaten Siak menjadi penguat langkah Irving Kahar Arifin dalam menakhodai PDI Perjuangan Siak. 

Dengan dukungan moral tersebut, Irving menegaskan komitmennya untuk menjadikan perjuangan partai tetap berpihak pada rakyat dan nilai-nilai kebangsaan.

Amanah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak masa bakti 2025–2030 yang diterimanya sejak 22 November 2025 lalu, dimaknai Irving bukan sekadar jabatan struktural. Lebih dari itu, ia menyebut kepemimpinan partai sebagai tanggung jawab moral, ideologis, dan sejarah kepada masyarakat Siak.

“Ini bukan hanya soal kedudukan partai. Ini tentang tanggung jawab kepada rakyat Siak dan nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa,” ujar Irving, Kamis 8 Januari 2026.

Irving menekankan, arah perjuangan PDI Perjuangan tidak dapat dipisahkan dari ajaran Bung Karno yang memandang politik sebagai alat untuk membela rakyat, membangun kedaulatan, dan mewujudkan keadilan sosial. 

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno lahir dari semangat gotong royong yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

Dari tanah Melayu Siak, Irving juga mengajak kader meneladani Sultan Syarif Kasim II, Sultan terakhir Kesultanan Siak Sri Indrapura, yang dengan kebesaran jiwa menyerahkan tahta, kekuasaan, bahkan hartanya demi berdirinya Republik Indonesia.

“Beliau mengajarkan bahwa nasionalisme adalah keberanian berkorban demi persatuan dan masa depan bangsa,” ucapnya.


Irving menilai, Bung Karno dan Sultan Syarif Kasim II merupakan dua figur besar yang menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui ketulusan, pengabdian, dan keberanian mengambil keputusan demi kepentingan rakyat.

Nilai-nilai tersebut, kata Irving, harus kembali menjadi ruh perjuangan PDI Perjuangan Siak. Ideologi yang kokoh, keberpihakan pada wong cilik, serta kehadiran nyata kader di tengah persoalan masyarakat mulai dari kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga keadilan sosial menjadi fokus utama.

“Kader PDI Perjuangan harus hadir, mendengar, dan menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Meski saat ini PDI Perjuangan hanya memiliki empat kursi di DPRD Siak, Irving optimistis kejayaan partai dapat diraih kembali. 

Ia mengingatkan bahwa PDI Perjuangan pernah mencatat sejarah di Kabupaten Siak saat H. Arwin AS menjabat sebagai Bupati dengan dukungan sembilan kursi DPRD.

“Sejarah itu menjadi penyemangat. Kita ingin menggapai kembali apa yang pernah dicapai dulu, dengan cara-cara yang bermartabat dan tetap berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Irving menegaskan, PDI Perjuangan bukanlah partai oposisi, melainkan partai penyeimbang. Program pemerintah yang sudah baik akan didukung sepenuhnya, sementara kebijakan yang masih kurang akan dikritisi secara konstruktif demi perbaikan bersama, dalam semangat gotong royong.

Dukungan terhadap kepemimpinan Irving datang dari para pendiri dan tokoh Kabupaten Siak, di antaranya Syamsuar, mantan Gubernur Riau sekaligus Bupati Siak dua periode, serta H. Arwin AS, Bupati Siak pertama yang dikenal sebagai tokoh pembangunan daerah.

Hadir pula Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Bupati Siak Afni Zulkifli, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Riau Kaderismanto, SH, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pimpinan partai politik.

Irving mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menatap masa depan dengan kebersamaan.

“Pilkada sudah usai. Saatnya kita bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama membangun Kabupaten Siak yang lebih adil dan bermartabat,” pungkasnya.