ABK KM Makmur Jaya 8 Jatuh ke Perairan Bengkalis, Ditemukan Meninggal Dunia

evakuasi-ABK-KM-Makmur-jaya.jpg
Evakuasi ABK KM Makmur Jaya 89 yang ditemukan meninggal dunia. (Dok. SAR Pekanbaru)

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya 89 yang diduga terjatuh di Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, membuahkan hasil. 

Korban bernama Rapat (38) ditemukan kondisi meninggal dunia sekitar tiga mil laut dari lokasi kejadian perkara, Rabu, 7 Januari 2026.

Informasi awal kecelakaan kapal dengan kejadian man overboard ini diterima Tim SAR pada Senin, 5 Januari 2026, pukul 13.50 WIB. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, di Perairan Bengkalis dengan titik perkiraan LKP pada koordinat 1°30'46'' LU dan 102°41'46'' BT.

Koordinator Pos SAR Meranti menjelaskan, laporan pertama diterima dari seorang ABK KM Makmur Jaya 89 bernama Muslim. Dalam keterangannya, Muslim menyebut korban terakhir kali terlihat berada di atas kapal sebelum akhirnya menghilang.

"Korban dan saksi sempat terbangun dari tidur sekitar pukul 11.55 WIB. Korban meminta tepung untuk memasak, lalu saksi pergi mencarinya. Saat kembali, korban sudah tidak terlihat lagi di kapal," ujar Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, Kamis, 8 Januari 2026.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh seluruh ABK kapal yang berjumlah lima orang. Namun, setelah dilakukan penyisiran ke seluruh bagian kapal, korban tidak ditemukan dan diduga kuat terjatuh ke laut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti langsung diberangkatkan pada Senin sore, 5 Januari 2026, pukul 14.10 WIB.


Sebanyak empat personel SAR menuju titik perkiraan LKP dengan jarak tempuh sekitar 29 mil laut, dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB.

"Setibanya di LKP, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR yang terlibat dan melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB)," jelasnya.

Pencarian hari pertama dilakukan hingga pukul 18.00 WIB, namun belum membuahkan hasil. Operasi kemudian dihentikan sementara karena kondisi hari mulai gelap dan dilanjutkan keesokan harinya.

Pada Selasa, 6 Januari 2026, pencarian kembali dilaksanakan sesuai Rencana Operasi SAR Hari Kedua (H2) dengan memperluas area penyisiran berdasarkan perhitungan arus dan cuaca. 

Empat titik koordinat ditetapkan sebagai sektor pencarian, namun hingga sore hari hasilnya masih nihil.

Memasuki hari ketiga pencarian (H3) pada Rabu, 7 Januari 2026, Tim SAR Gabungan kembali melakukan briefing pagi dan melanjutkan pencarian di sektor yang telah ditentukan. Upaya keras tim akhirnya membuahkan hasil.

"Sekitar pukul 15.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia kurang lebih tiga mil laut dari LKP awal," lanjut Budi.

Korban ditemukan pada koordinat 01°28'42" LU dan 102°39'34" BT, lalu dievakuasi ke pulau terdekat, yakni Desa Teluk Lancar, Kabupaten Bengkalis. Proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat cuaca dan gangguan komunikasi di laut.

Tim SAR Gabungan baru tiba di Desa Teluk Lancar sekitar pukul 23.30 WIB, dan korban langsung diserahkan kepada aparat desa setempat untuk kemudian dijemput oleh pihak keluarga.

"Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR dikembalikan ke instansi masing-masing," tutupnya.