RIAU ONLINE, INHIL - Arus kendaraan di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sudah kembali normal usai ledakan dan kebakaran akibat bocornya pipa gas PT Trans Gas Indonesia (TGI).
Polda Riau sebelumnya sempat menghentikan seluruh arus kendaraan, karena lokasi ledakan berada sangat dekat dengan bahu jalan Jalintim.
"Kendaraan, baik yang datang dari arah Riau menuju Jambi maupun dari arah sebaliknya, kini telah diperkenankan kembali melanjutkan perjalanan mereka," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, Minggu, 4 Januari 2026.
Saat ini, lanjutnya, kondisi di lokasi kejadian sudah berangsur pulih dan stabil. Ia menegaskan arus lalu lintas telah kembali normal sejak beberapa jam yang lalu tanpa ada hambatan berarti bagi para pengendara.
Meski begitu, personel kepolisian tetap disiagakan di sekitar titik kejadian guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan stabilitas di area setelah insiden.
Keberadaan personel di lapangan juga bertujuan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan para pengendara yang melambatkan laju kendaraan mereka karena penasaran ingin melihat lokasi bekas kebakaran.
"Polisi terus memberikan imbauan agar mereka tetap fokus berkendara," ujarnya.
Ledakan pipa PT TGI pertama kali didengar warga setempat pada Jumat, 2 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam tersebut disusul dengan semburan api setinggi 15 meter yang menghanguskan area di sekitarnya.
Kepolisian bersama instansi terkait kini terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan kondisi benar-benar kondusif. Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti ledakan masih terus dikembangkan, dan perkembangan situasi akan disampaikan secara berkala kepada publik.(ANTARA)

