RIAU ONLINE, PEKANBARU - Awal tahun 2026 menjadi tantangan besar bagi Polresta Pekanbaru. Sejumlah kasus kriminal dan tragedi yang terjadi di akhir 2025 hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Mulai dari kasus penganiayaan yang menewaskan Satrio Wardhana Ramadhan, tragedi kebakaran Hotel New Hollywood yang merenggut nyawa seorang perempuan, hingga kejahatan jalanan atau curas, curat, dan curanmor yang kian meresahkan warga Kota Bertuah.
1. Otak Pelaku Pembunuhan Satrio Wardhana Belum Ditangkap
Salah satu pekerjaan rumah terbesar Polresta Pekanbaru adalah pengungkapan kasus penganiayaan hingga tewasnya Satrio Wardhana Ramadhan, yang terjadi di Jalan Duyung, Kota Pekanbaru, pada Kamis, 23 Oktober 2025 lalu.
Meski beberapa pelaku telah diamankan, polisi hingga kini belum berhasil menangkap otak pelaku dalam kasus tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan keluarga korban dan publik, yang menilai proses penegakan hukum berjalan lambat.
"Kami hanya ingin keadilan. Anak kami meninggal dengan cara keji, tapi sampai sekarang siapa dalang sebenarnya belum jelas," ujar orangtua korban dengan nada sedih penuh emosi.
Pihak kepolisian sendiri menyatakan masih terus melakukan pengembangan penyidikan.
2. Tragedi Kebakaran Hotel New Hollywood: Satu Nyawa Melayang
Penyelidikan insiden kebakaran Hotel New Hollywood di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru, yang terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025 juga menjadi pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.
Peristiwa tersebut menelan korban jiwa, seorang perempuan meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif akibat luka bakar serius di sekujur tubuhnya.
Dugaan awal kebakaran disebut berasal dari satu kamar, kemungkinan akibat puntung rokok. Namun minimnya kesiapsiagaan staf hotel dinilai memperparah situasi dan membahayakan keselamatan para tamu.
Polisi hingga kini masih mendalami unsur kelalaian dan kemungkinan pelanggaran standar keselamatan oleh pihak hotel.
3. Maraknya Aksi C3, Begal dan Geng Motor Meresahkan
Di sisi lain, Pekanbaru juga dihadapkan pada meningkatnya kasus kejahatan jalanan. Aksi C3 seperti begal, jambret, curanmor, curat, hingga ulah geng motor dilaporkan semakin sering terjadi di berbagai titik kota.
Situasi ini menjadi sorotan publik terhadap kinerja aparat kepolisian di awal tahun 2026. Masyarakat berharap Polresta Pekanbaru mampu menunjukkan langkah tegas dan terukur untuk memulihkan rasa aman.
"Kami minta patroli diperbanyak dan pelaku kejahatan ditindak tegas. Jangan sampai kota ini dikuasai preman dan geng motor," tegas warga lainnya.
Rentetan kasus ini menjadi cermin besarnya tantangan yang harus dihadapi Polresta Pekanbaru. Publik menuntut penyelesaian kasus secara transparan, profesional, dan berkeadilan.
Awal 2026 pun menjadi momentum krusial bagi kepolisian untuk membuktikan komitmen dalam penegakan hukum, perlindungan masyarakat, serta menghadirkan rasa aman di Kota Pekanbaru.

