RIAU ONLINE, PEKANBARU - Maraknya aksi kejahatan baik Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Pencurian dengan kekerasan (Curas/Jambret) hingga Pencurian dengan pemberatan (Curat) memicu ketakutan warga.
Respon monitor aparat penegak hukum di media sosial juga dianggap bukan solusi mengantisipasi maraknya aksi kejahatan tersebut.
Seperti aksi begal di Jalan Durian beberapa waktu lalu, seorang pengendara dipepet 15 orang pemotor dan dipukuli hingga luka-luka.
Warga tersebut mengaku sudah membuat laporan ke pihak kepolisian namun belum ada perkembangannya hingga saat ini, Selasa, 30 Desember 2025.
Merasa tak ada keamanan dan kenyamanan di jalan Pekanbaru, Warganet di akun media sosial @pkukini bahkan meminta bantuan Damkar hingga Manang Soebeti untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Berikut beberapa komentar netizen dalam akun tersebut dirangkum RIAUONLINE.
"Pekanbaru mulai rawan," ujar Pri***
"Hanyak bapak @manangsoebeti_officiao yang dapat dipercaya. Polisi yang hadir buat masyarakat," timpa Syahrul***
"Masih mencari kata OKE MONITOR," sahut Ben*** dengan emot tertawa.
"Percuma Lapor Polisi," kata y@n***
"Polisi bersenjata baiknya ditempatkan di seluruh titik," ujar tulus***
"Kang Monitor kapan kerjanya sih," tanya Dedi****
"Sudah saatnya tim Patroli polisi razia malam hari," ujar Ronny****
"@damkarpekanbaru," kata aku****
"110 tidak berlaku pak Bray," tegas noba****
"Tor Monitor Ketua," lanjut Lind****
"Rasa tidak ada polisi di Pekanbaru," tegas Abi****

