Tiga Ormas Islam Riau Berkumpul Bahas Masalah Korupsi Hingga Defisit Anggaran

Ormas-Islam-riau-berkumpul.jpg
Tiga Ormas Islam membahas sejumlah isu yang terjadi di Riau selama 2025. (WINDA MAYMA TURNIP/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang terdiri dari Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis) dan Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan bersama dalam rangka refleksi akhir tahun 2025. 

Dalam agenda ini, hadir Ketua PW Muhammadiyah Riau Hendri Sayuti, Ketua Persis Koko Iskandar, dan Ketua PWNU Riau KH R Abdul Khalim Mahali.

Ketua PWNU Riau KH R Abdul Khalim mengatakan, pertemuan bersama tiga Ormas Islam di Riau untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka ini, merupakan upaya Ormas untuk mendukung pemerintah yang lebih baik di awal tahun 2026 mendatang. Oleh karenanya, pertemuan ini pun membahas sejumlah isu yang terjadi di Riau selama 2025.

"Isu yang pertama adalah mengenai kasus korupsi, sebagian besar kabupaten/kota di Riau adalah zona rawan korupsi. Demikian pula kasus OTT KPK yang telah menjerat Gubernur Riau tahun ini," ujarnya.

Menurutnya, hal ini harus menjadi pembelajaran bagi kepala daerah dan pejabat daerah agar meninggalkan praktik-praktik korupsi. Sehingga, budaya Melayu yang sopan dan santun di Riau dapat terus terjaga.


Pihaknya juga menyoroti masih banyak persoalan di bidang pendidikan. Mulai dari sulitnya akses sekolah dan guru di wilayah terpencil, masih ada angka anak tidak sekolah.

"Bidang pendidikan adalah pondasi yang paling asasi bagi generasi penerus bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik di masa mendatang," jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa defisit anggaran di Riau harus menjadi fokus Pemerintah di masa mendatang agar tidak kembali terjadi. Saat ini, banyak sumber pendapatan daerah yang mulai berkurang, seperti potongan TKD, penurunan produksi sawit, dan penurunan kontraksi Migas. 

Di samping pendapatan yang menurun, Pemprov Riau memiliki segudang PR untuk memperbaiki infrastruktur yang belum maksimal atau rusak. 

Sementara itu, pihaknya juga mendorong agar pemerintah lebih erat merangkul Ormas keagamaan. Serta mendukung dan memperkuat tali silaturahmi diantara umat beragama di Riau. 

"Kami juga ingin berdoa dan mengimbau agar ada doa bersama di masjid-masjid, agar Indonesia tidak lagi ditempa bencana alam, agar masyarakat selalu rukun. Presiden, gubernur dan kepala daerah diberikan kesehatan dan diberikan kemampuan amanah dalam menjalankan kewajibannya," jelasnya.

Menurutnya, hasil refleksi akhir tahun dan sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan ini, nantinya akan disampaikan langsung kepada Gubernur Provinsi dan OPD-OPD Pemprov Riau serta instansi vertikal di Pemprov Riau.