Inilah Profil Brigjen Hengki Haryadi, Wakapolda Riau Baru dengan Rekam Jejak Mentereng

Inilah-Profil-Brigjen-Hengki-Haryadi-Wakapolda-Riau-Baru-dengan-Rekam-Jejak-Mentereng.jpg
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi (Dok Instagram Sahabat Polisi)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau resmi berganti. Brigjen Pol Hengki Haryadi dipercaya menggantikan Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo dalam rotasi perwira tinggi Polri yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penunjukan Brigjen Hengki Haryadi sebagai Wakapolda Riau bukan tanpa alasan. Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini dikenal luas sebagai sosok tegas, berpengalaman, dan memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse, khususnya dalam pengungkapan kasus-kasus besar dan menonjol.

Profil Singkat Brigjen Hengki Haryadi

Brigjen Pol Hengki Haryadi lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 16 Oktober 1974. Ia merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan 1993 dan lulusan Akpol tahun 1996. Hengki dikaruniai empat orang anak dan dikenal sebagai figur keluarga yang disiplin serta berintegritas tinggi.

Sebelum dipercaya sebagai Wakapolda Riau, Hengki menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri sejak 7 Desember 2023.

Jabatan tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu perwira elit Polri di bidang penegakan hukum.

Awal Karier: Dari Dili hingga Lampung

Karier kepolisian Hengki Haryadi dimulai di wilayah yang penuh tantangan. Ia mengawali tugas di Polres Dili, ketika Timor Timur masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengalaman tersebut menempa mental dan profesionalitasnya sejak dini.
Setelah itu, Hengki bertugas di Jawa Barat dan dipercaya sebagai Wakapolsek Lengkong, Polresta Bandung Tengah. Kariernya terus menanjak hingga memperoleh kenaikan pangkat Kompol pada tahun 2004 saat berdinas di Polda Lampung.

Di Lampung, Hengki mengemban sejumlah jabatan strategis, antara lain:

  • Kasat Reskrim Polres Tulangbawang

  • Kapolsek Telukbetung Selatan

  • Kasat Reskrim Poltabes Bandar Lampung

Pada 2008, ia dipercaya menjadi Kanit III Sat I Ditreskrim Polda Lampung, sebelum akhirnya dipindahkan ke Polda Metro Jaya pada 2010.

Karier Cemerlang di Polda Metro Jaya


Nama Hengki Haryadi mulai dikenal luas saat bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, seperti:

  • Kapolsek Metro Gambir

  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat

  • Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat

  • Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok (2014–2016)

  • Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya

Saat menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Hengki sukses mengungkap kasus penyerangan brutal di RSPAD Gatot Subroto pada 23 Februari 2012 dini hari.

Peristiwa yang dikenal sebagai kasus “Kill Bill” itu menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya. Kasus tersebut melibatkan 10 tersangka, termasuk Irene Tupessy yang kemudian dijuluki “Kill Bill”, merujuk pada film karya Quentin Tarantino.

Karier Hengki semakin melejit saat dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Barat pada 2017. Di wilayah ini, ia dikenal tanpa kompromi dalam memberantas premanisme.

Salah satu kasus yang menyita perhatian publik adalah penertiban premanisme perebutan lahan di Kalideres yang melibatkan tokoh Hercules.

Tak hanya itu, Hengki juga dikenal sangat keras terhadap jaringan narkotika. Ia mengobrak-abrik Kampung Ambon yang dikenal sebagai sarang narkoba, menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ganja jaringan antarkota, serta membongkar penyelundupan 120 kilogram sabu jaringan internasional.

Prestasi puncaknya adalah keberhasilan mengungkap penyelundupan 28 kilogram sabu jaringan internasional Amerika Serikat.

Atas keberhasilan tersebut, Hengki mendapat penghargaan khusus dari DEA (Drug Enforcement Agency) Amerika Serikat.

Pada 2020, Hengki dipercaya menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat. Selama masa tugasnya, ia mengungkap berbagai kasus besar, di antaranya:

  • Pengungkapan peredaran 115 kilogram sabu dalam waktu tiga bulan

  • Kasus pemerasan anggota Polri senilai Rp 2,5 miliar oleh Ketua Umum DPP LSM Tamperak

Namanya juga sempat menjadi sorotan nasional pada akhir 2021 saat ia dengan tegas menghadapi massa ormas Pemuda Pancasila yang mengeroyok anggotanya di depan Gedung DPR RI.

Hengki naik ke atas mobil komando dan berbicara langsung kepada massa, menunjukkan ketegasan aparat negara yang tidak tunduk pada tekanan kelompok mana pun.

Pada Desember 2021, Hengki bahkan menyegel kantor Sekretariat MP Pemuda Pancasila di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, karena berdiri di atas lahan sitaan negara terkait kasus BLBI.

Selain itu, Brigjen Hengki Haryadi tercatat terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus besar berskala nasional, di antaranya:

  • Kasus serial killer Wowon Cs

  • Penangkapan aktor Steve Emmanuel (2018)

  • Penangkapan Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani (2021)

  • Penangkapan Abdul Qadir Baraja, pimpinan Khilafatul Muslimin (2022)

  • Pengungkapan mafia tanah dan penangkapan empat pejabat BPN (2022)

Ia juga dikenal sebagai lulusan terbaik Sespimti Polri ke-29, pendidikan prestisius yang hanya diikuti oleh perwira menengah terpilih.

Meski dikenal keras terhadap kejahatan, Hengki tetap menunjukkan sikap profesional dan beradab. Saat Hercules sempat menantangnya secara terbuka, Hengki menanggapinya dengan tenang.

Sikap tersebut mencerminkan karakter Hengki sebagai penegak hukum yang tegas, namun tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan etika.