RIAU ONLINE, KAMPAR - Perbaikan jalan pada sejumlah titik di ruas jalur lintas barat yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Barat (Sumbar) memang telah dilakukan.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan serius yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya menjelang meningkatnya arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Salah satu titik rawan ditemukan di wilayah Kabupaten Kampar, tepatnya di KM 97 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar. Material sisa pelebaran jalan berupa kerikil dan tumpahan tanah masih berserakan di badan jalan yang telah diperlebar. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
Temuan tersebut terungkap saat pelaksanaan survei kesiapan jalur dalam rangka Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 yang dilakukan oleh tim gabungan, Sabtu, 20 Desember 2025.
Survei ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat.
Pantauan di lapangan, meskipun pekerjaan pelebaran jalan sudah dilakukan dan beberapa titik rawan longsor disebut telah bisa ditangani, namun sisa material bekas perbaikan belum sepenuhnya dibersihkan.
Di sisi kiri dan kanan badan jalan, material pelebaran masih tampak menumpuk dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Situasi semakin berisiko karena lokasi tersebut berada di tanjakan sekaligus penurunan yang dikenal dengan sebutan Tanjakan Panorama, salah satu titik rawan kecelakaan di jalur lintas barat Riau–Sumbar.
"Saat ini kami berada di jalan lintas barat. Kita melihat sudah ada perbaikan, ada pelebaran jalan. Namun masih ditemukan sisa material di badan jalan. Hal ini kami sampaikan sebagai masukan dan saran kepada Kepala BPJN agar segera ditindaklanjuti," jelas Kombes Taufiq, Sabtu, 20 Desember 2025.
Menurut Kombes Taufiq, selain material jalan, pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap potensi longsor, titik rawan kecelakaan, serta potensi pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di jalur tersebut.
"Kita survei semua kerawanan, mulai dari longsor, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi pelanggaran. Ini semua demi keselamatan masyarakat yang akan melintas," tambahnya.
Dirlantas Polda Riau juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan seperti tanjakan dan turunan tajam.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanis Tulak Todingrara, merespons temuan tersebut dengan memastikan pihaknya akan segera melakukan pembersihan sisa material pelebaran jalan yang masih berada di badan jalan.
"Segera kita bersihkan. Kami akan menindaklanjuti hasil survei ini agar jalan bisa lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat," singkat Yohanis.

