RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) belum kunjung menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sementara itu, 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah bersiaga terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, menyusul wilayah setempat memasuki musim hujan.
Adapun 11 daerah telah menetapkan status siaga darurat penanggulangan bencana hidrometeorologi, yakni Kabupaten Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Siak, Kuansing, Kampar, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Kota Pekanbaru, dan Dumai.
"Daerah yang belum menetapkan status siaga adalah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal, Rabu, 17 Desember 2025.
Edy Afrizal mengatakan pihaknya telah mendorong pemerintah setempat segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Sehingga,
"Sehingga ketika terjadi sesuatu yang tak diinginkan kita lebih mudah melakukan koordinasi," katanya.
BPBD juga mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir agar tetap waspada, memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat jika situasi memburuk.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir. Kami juga sudah meminta daerah ketika terjadi bencana banjir agar segera melapor, dan jika membutuhkan bantuan segera menyampaikan agar kami bisa langsung turun ke lokasi bencana," katanya.
Salah satu kabupaten yang telah terjadi banjir, yakni Inderagiri Hilir dan telah disalurkan bantuan oleh BPBD Damkar Riau. Bantuan logistik itu di antaranya gula 50 kilogram, minyak goreng 60 liter, mi instan 50 kadus, sarden 96 kaleng, pampers 50 kemasan, kain sarung 20 lembar, selimut 50 lembar, matras 25 lembar, dan terpal 20 lembar.
Bantuan dari Dinas Sosial Riau juga ada, meliputi makanan anak 56 paket, tenda keluarga empat unit, kasur 65 lembar, tenda gulung 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 70 paket, kidsware 16 paket, peralatan dapur keluarga 25 paket, beras belida 2.000 Kg, mi instan 200 kadus, gula pasir 200 kg, dan minyak goreng 200 liter.(ANTARA)

