RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M. Edy Afrizal, mendesak tiga kabupaten di Riau untuk segera menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Edy menegaskan, penetapan status ini dinilai krusial untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor, mengingat Riau telah memasuki musim hujan yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2026.
Imbauan ini disampaikan setelah Kabupaten Kampar menjadi daerah kesembilan di Riau yang secara resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.
"Setelah Kampar, sekarang sudah sembilan daerah di Riau yang sudah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi," ujarnya, Kamis, 11 Desember 2025.
Sembilan daerah yang telah menetapkan status siaga tersebut adalah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Siak, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai. Provinsi Riau sendiri juga sudah menetapkan status serupa.
Edy menekankan pentingnya penetapan status siaga ini untuk memperkuat kesiapan daerah. Status ini dibutuhkan karena banyak wilayah Riau memiliki kondisi rawan bencana banjir dan tanah longsor saat musim hujan.
"Kita imbau agar Kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan dan Kepulauan Meranti juga segera menetapkan status yang sama. Sehingga, saat bencana terjadi, penanganan lebih terkoordinasi dan cepat," pungkasnya.
Penetapan status siaga akan memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tanggap, serta memfasilitasi koordinasi yang kuat untuk mitigasi dan penanganan saat bencana terjadi. Sehingga saat bencana terjadi, kata Edy, penanganan lebih terkoordinasi dan cepat.

