Penularan HIV/AIDS di Riau Meningkat, Capai 9.054 Kasus

Ilustrasi-HIV.jpg
Ilustrasi (Liputan6.com)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Heri Permana mengatakan jumlah penderita HiV/AIDS di Provinsi Riau terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, Kota Pekanbaru menjadi kota terbanyak dengan temuan kumulatif kasus mencapai 6.463 kasus atau sekitar 58,34 persen.

Hal ini ia sampaikan saat kegiatan skrining HIV di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Kamis 4 Desember 2025.

"HIV/AIDS sangat tinggi di Kota Pekanbaru. Temuan kumulatif kasus mencapai 6.463 kasus atau sekitar 58,34 persen," ujarnya.

Ia menjelaskan, penularan HIV/AIDS ini paling banyak terjadi di antara kelompok umur produktif dengan rentang waktu 25-27 tahun. 

"Kita juga menemukan bahwa kelompok ibu rumah tangga menjadi peringkat ketiga terbesar," jelasnya.


Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr. Dahlia Eka Okta, menjelaskan kenaikan kasus HIV/AIDS terus terjadi dari tahun ke tahun. 

"Menurut penetapan Kemenkes, estimasi orang dengan HIV (ODHIV) di Provinsi Riau pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9.054 kasus," jelasnya.

Jika ditotalkan temuan kumulatif ODHIV dari tahun 1997 sampai triwulan ketiga tahun 2025, setidaknya sudah ada 11.078 kasus. Dimana 6.774 ODHIV masih hidup dan membutuhkan pendampingan kesehatan.

"Sebanyak 4.345 orang di antaranya sudah berada pada stadium AIDS," jelasnya.

Sebagai langkah untuk memutuskan penularan HIV/AIDS ini, Diskes Riau menjalankan strategi yang kini menjadi fokus adalah penerapan konsep fast track 95-95-95, sesuai standar global penanggulangan HIV.

"Pertama, 95 persen dari estimasi ODHIV harus mengetahui status kesehatannya. Kedua, 95 persen dari mereka yang mengetahui status harus mendapatkan pengobatan. Ketiga, 95 persen dari yang mendapatkan pengobatan harus mencapai kondisi virus tersupresi," pungkasnya.