RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir seiring prediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang diperkirakan masih terjadi hingga Januari 2026.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pemerintah kota bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem.
“Jika curah hujan cukup deras atau aliran air dari Sungai Kampar meningkat, kita sudah melakukan persiapan untuk antisipasi,” ujar Agung Nugroho, Rabu 3 November 2025.
Ia menjelaskan, Pemko Pekanbaru sudah menggelar rapat bersama Forkopimda untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kita menjadi satu, agar lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Agung juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki puncak musim hujan di akhir tahun. Beberapa titik di kota bahkan sudah mulai tergenang akibat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Jika curah hujan meningkat, risiko banjir disebut dapat kembali mengancam.
Wako mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kecamatan, kelurahan, RW hingga RT, untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.
“Kalau kita menjaga lingkungan dan menjaga bumi, maka bumi juga akan menjaga kita,” pesan Agung.
Selain itu, Pemko Pekanbaru juga terus melakukan normalisasi sungai dan drainase guna memperlancar arus air dan mencegah luapan ketika hujan deras mengguyur kota.

