RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, memimpin Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis Nasional PT Pertamina (Persero) di Kawasan PHR Rumbai, Senin, 1 Desember 2025.
Apel tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen TNI dalam memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional, khususnya sektor energi yang memiliki peran penting bagi stabilitas negara dan kepentingan nasional jangka panjang.
Pangdam menegaskan bahwa PT Pertamina Persero bukan hanya perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi, tetapi merupakan bagian vital dari ketahanan dan kedaulatan bangsa.
"Sebagaimana kita ketahui bersama, PT Pertamina Persero merupakan salah satu instalasi strategis nasional yang memiliki peran penting dalam penyediaan energi bagi masyarakat, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
Menurutnya, keamanan dan keberlangsungan operasi Pertamina tidak hanya terkait aspek bisnis, tetapi berhubungan langsung dengan stabilitas keamanan ekonomi nasional.
"Keberlangsungan operasi Pertamina menyangkut stabilitas negara, keamanan ekonomi dan kepentingan nasional jangka panjang. Karena itu, pengamanan aset strategis ini merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya.
Jenderal bintang dua itu menjelaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini bertujuan memastikan kesiapan pasukan, alutsista, serta koordinasi lintas sektor dalam mengamankan objek vital nasional.
"Tujuan pelaksanaan apel hari ini adalah untuk menyiapkan pasukan dalam rangka pengamanan PT Pertamina sebagai instalasi strategis nasional," ujarnya.
"Dengan persiapan personel dan Alutsista yang matang, serta dukungan seluruh stakeholder di daerah, kita dapat menjaga keamanan aset nasional dari segala bentuk ancaman," jelasnya.
Pangdam juga menyatakan bahwa pelaksanaan tugas pengamanan didasarkan pada regulasi yang berlaku.
"Ini merupakan bagian dari penerapan Undang-undang TNI Nomor 3 Tahun 2025 dan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Operasi Militer Selain Perang," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo memberikan empat penekanan kepada seluruh personel:
1. Memahami serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, proporsional, dan ikhlas.
2. Membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif antara TNI, Polri, Pertamina, dan seluruh unsur terkait.
3. Meningkatkan kewaspadaan serta deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan.
4. Menghindari tindakan kontra produktif serta menjadi prajurit yang humanis namun tegas.
"Keberhasilan tugas pengamanan bukan hanya dilihat dari tidak adanya gangguan, tetapi dari kemampuan kita mencegah gangguan itu sendiri," tegas Pangdam.
Mayjen Agus Hadi menambahkan bahwa pengamanan objek vital nasional harus dipahami sebagai kepentingan rakyat dan negara.
"Keamanan Pertamina adalah keamanan rakyat, dan keamanan rakyat adalah bagian dari kedaulatan negara yang wajib kita jaga," ungkapnya.
Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan apel kesiapsiagaan ini.
"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Semoga pelaksanaan tugas pengamanan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," tutup Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.

