Dalami Insiden Rig AU 17, Disnakertrans Riau Tegaskan Hak Korban Wajib Dipenuhi

Pj-Wako-Roni-Rakhmat3.jpg
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau Roni Rakhmat (LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau Roni Rakhmat mengatakan, dinasnya masih menjalankan proses investigasi terkait penyebab kecelakaan kerja di lokasi rig AU 17, wilayah operasi HO-Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin, 24 November 2025. Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Kecelakaan ini dikabarkan menyebabkan meninggalnya satu pekerja, yang merupakan derrickman atau operator menara rig dari perusahaan mitra kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR), yaitu PT Arthindo Utama (AU).

"Investigasi sudah kita jalankan. Tentu prosesnya tidak bisa sebentar dan butuh waktu hingga bisa kita publikasikan. Sekarang sedang pengecekan oleh ahlinya, baik CCTV, saksi mata dan keterangan perusahaan," ujarnya, Kamis, 27 November 2025.

Sementara investigasi berjalan, Roni menegaskan bahwa perusahaan wajib memenuhi hak-hak dari pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja tersebut.

"Ini masih investigasi, tetapi tentu kita juga mau perusahaan meningkatkan standar keselamatan kerja setelah kejadian ini. Insya Allah, setelah hasil investigasi keluar, akan kita publikasikan," jelasnya.


Disamping itu, Roni menegaskan bahwa kabar ada dua pekerja lain yang mengalami cedera serius pada bagian pinggang, di lokasi kecelakaan yang sama adalah tidak benar. 

"Jadi cuma satu pekerja yang meninggal dunia. Soal ada dua pekerja lainnya mengalami cedera serius, itu tidak benar," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi di lokasi rig AU 17, wilayah operasi HO-Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin, 24 November 2025. Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban meninggal diketahui bekerja sebagai derrickman atau operator menara rig dari perusahaan mitra kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR), yaitu PT Arthindo Utama (AU). 

Informasi mengenai kejadian memilukan ini pertama kali menyebar di kalangan internal pekerja melalui grup WhatsApp bertajuk “Dunia Rig Berduka”, sebelum kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah sumber di lapangan.

Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun PHR selaku operator utama Wilayah Kerja (WK) Rokan memastikan proses investigasi tengah dilakukan secara intensif.

Dua pekerja lain yang turut menjadi korban kini sedang menjalani perawatan medis setelah mengalami patah tulang pinggang akibat insiden itu. Kondisi mereka disebut dalam pengawasan tim medis dan masih mendapatkan tindakan lanjutan.