Sumbar Mulai Dilanda Banjir, BPBD Riau Pantau Permukaan Air Sungai

Banjir-di-Jalan-Paus-Pekanbaru1.jpg
Kondisi Jalan Paus Pekanbaru yang terendam banjir hingga ke permukiman di sekitarnya usaibhujan deras pada Minggu, 12 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) dilanda banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau lantas melakukan antisipasi dengan memantau tinggi permukaan air sungai.

Ketua Pelaksana BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, curah hujan tinggi dan pembukaan pintu pelimpahan Pembangkit Listrik Tenaga Air Koto Panjang Kampar biasanya menjadi penyebab banjir di Riau. Dia mengaku pihaknya terus memantau permukaan air aliran Sungai Kampar tersebut.

"Banjir di Riau selain curah hujan juga akibat pembukaan pintu PLTA Kotopanjang. Hasil pantauan kami airnya masih rendah di permukaan. Kita lihat perkembangan ke depan kalau ada kenaikan di PLTA Koto panjang kita melakukan langkah antisipasi," katanya di Pekanbaru, Selasa, 25 November 2025.

Sementara saat ini, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih dalam status siaga kebakaran hutan dan lahan sampai 30 November. Ia menyebut status tersebut akan dicabut jika terjadi banjir maupun maupun curah hujan tinggi.


Akan tetapi, lanjut dia, curah hujan di beberapa daerah Riau masih ringan dan sedang. Meski begitu, pihaknya telah memulai persiapan sarana dan prasarana peralatan perlengkapan untuk bencana hidrometeorologi basah.

"Kita juga mengimbau kabupaten/kota kepala daerah yang punya potensi agar segera menetapkan status siaga darurat banjir. Apalagi yang sudah kejadian sehingga jika sudah ada menetapkan kita tindaklanjuti provinsi juga akan menetapkan status," ungkapnya.

Saat ini terpantau bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak ke Provinsi Riau yang memiliki hulu sungai di Wilayah Sumbar.(ANTARA)