Harimau Diduga Muncul di Siak, BBKSDA Imbau Warga Waspada Meski Jejak Tak Ditemukan

Harimau-Diduga-Muncul-di-Siak-BBKSDA-Imbau-Warga-Waspada-Meski-Jejak-Tak-Ditemukan.jpg
BBKSDA Riau melakukan verifikasi lapangan atas informasi kemunculan Harimau Sumatera di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. (Dok. BBKSDA Riau)

RIAU ONLINE, SIAK - Kemunculan Harimau Sumatera di di KM 7 Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak sempat terekam kamera pada Minggu, 23 November 2025 lalu.

Rekaman video ini beredar luas dan membuat masyarakat khawatir dengan kemunculan satwa liar tersebut.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim gabungan untuk melakukan verifikasi lapangan atas informasi yang beredar.

"Begitu menerima informasi dan video yang beredar, kami segera menerjunkan tim ke lokasi untuk memastikan kebenarannya serta mengumpulkan data lapangan," ujar Supartono, Selasa, 25 November 2025.

Tim kemudian melakukan pengecekan di lapangan sesuai titik lokasi dalam video. Hasil penelusuran menunjukkan beberapa temuan penting:

Seperti Verifikasi video perjumpaan harimau, Tim mengawali investigasi dengan menelusuri titik yang diduga menjadi lokasi visual kemunculan Harimau Sumatera sebagaimana terlihat dalam video.


Selanjutnya keterangan warga yang berada di lokasi. Salah seorang warga bernama Adi, yang beralamat di KM 69 Kampung Dayun.

Adai menjelaskan bahwa video tersebut direkam pada Jumat 21 November 2025 sekitar pukul 16.00 WIB saat ia dan rekannya sedang memuat buah sawit.

"Waktu itu memang ada orang lewat naik motor sambil berteriak ‘awas harimau’. Tapi saya dan teman-teman tidak melihat langsung harimaunya,"  ujar Adi menjelaskan kepada petugas.

Setelah pemeriksaan menyeluruh, tim menemukan bahwa titik kemunculan dalam video berada pada koordinat 0.717510, 102.044680, yang merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) berupa kebun sawit milik masyarakat.

Petugas tidak mendapati adanya jejak Harimau Sumatera. Kondisi tanah yang kering dan padat membuat kemungkinan besar tidak ada jejak yang tertinggal.

"Kami tidak menemukan bekas pijakan atau tanda keberadaan harimau di sekitar lokasi. Namun hal ini belum bisa dijadikan kesimpulan final karena kondisi tanah yang tidak memungkinkan meninggalkan jejak," jelas Supartono.

BBKSDA Riau mengimbau kepada warga setempat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas, terutama pada pagi dan sore hari.

"Kami meminta masyarakat menjaga kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian di area kebun, serta segera melapor jika melihat tanda keberadaan satwa liar," tambahnya.

Supartono menegaskan bahwa BBKSDA Riau akan terus melakukan patroli dan monitoring di kawasan tersebut.

"Kami berkomitmen memastikan keamanan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi," tutupnya.