BLTS Kesra Cair, Warga Membludak di Kantor Pos Sudirman Pekanbaru

Antrean-BLT-di-kantor-pos.jpg
Warga mengantre BLTS Kesra di Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin, 24 November 2025. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Ratusan warga memadati Kantor Pos Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman pada Senin 24 November 2025 untuk mengambil Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025.

Antrean panjang terlihat sejak pagi, bahkan sebagian warga datang sebelum matahari terbit demi mendapatkan giliran lebih awal.

Pantauan di lokasi, warga terus berdatangan hingga memenuhi halaman dan trotoar di depan kantor pos. Beberapa warga membawa payung untuk berteduh, sementara lainnya berdiri menunggu giliran untuk bisa masuk kedalam kantor pos.

Dalam antrean, terlihat ibu-ibu membawa anak mereka. Selain itu para lansia juga terlihat ikut berdesak-desakan dalam antrean.

“Datang dari jam setengah 7 supaya cepat. Kalau siang makin ramai, jadi takut tak kebagian antrean,” ujar Sulastri, seorang ibu rumah tangga penerima manfaat.


Hal senada disampaikan Nurhayati, warga lainnya. Ia menuturkan bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarganya di tengah kenaikan harga bahan pokok.

“Sekarang harga beras, minyak, semua naik. Bantuan ini sangat berarti untuk kami, setidaknya bisa menutup kebutuhan beberapa hari,” ungkapnya.

Hingga siang hari antrean belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Petugas terlihat sibuk mengatur antrean, sementara warga tetap menunggu dengan sabar meski suasana cukup padat.

Pencairan BLTS Kesra tahun ini menjadi sorotan, karena dilaksanakan di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok di Pekanbaru. Kenaikan tersebut menyebabkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, semakin tertekan.

Program BLTS Kesra diharapkan dapat membantu menutup sebagian kebutuhan dasar masyarakat di penghujung tahun. Meski jumlahnya terbatas, bantuan ini dianggap penting sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat kecil.

“Kami mengandalkan bantuan seperti ini untuk kebutuhan akhir tahun. Sekarang semua serba mahal, jadi bantuan pemerintah sangat membantu,” tambah Nurhayati.