RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komisi II DPRD Provinsi Riau menyoroti kinerja Dinas Pangan dan Hortikultura terkait sejumlah komoditas, seperti cabai dan beras yang menjadi faktor penyebab kenaikan angka inflasi.
Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat mengatakan, pihaknya juga merasa ada kesenjangan antara perencanaan anggaran dan realisasi lapangan.
"Misalnya di APBD Riau 2025 sudah dialokasikan anggaran untuk pengembangan 200 hektar lahan cabai, tapi kenyataannya program itu tidak terlaksana. Menurut kami, kinerja dinas ini terlihat menurun," ujarnya, Selasa, 18 November 2025.
Selain itu, ia juga menyoroti fakta bahwa Riau masih membutuhkan sokongan dari Sumatera Barat untuk suplai cabai di Riau. Ia juga menilai, pendampingan dan bantuan kepada kelompok tani tidak maksimal.
"Programnya ada, tapi di lapangan tidak ada. Kelompok tani yang seharusnya menerima bantuan juga tidak mendapatkannya," jelasnya.
Di samping itu, ia juga mencatat bahwa kegagalan panen padi banyak terjadi di Riau. Hal ini di antaranya disebabkan masalah irigasi dan cuaca.
"Karena irigasi kita tidak sampai ke ujung. Di Rokan Hulu, bendungan-bendungan sudah dangkal. Air tidak disuplai dengan baik. Bahkan, bendungan yang seharusnya untuk irigasi justru dijadikan tempat wisata dan lokasi pembuangan sampah," pungkasnya.(Adv DPRD Provinsi Riau)

