RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengajak Ketua dan perangkat OSIS SMA/SMK sederajat se-Provinsi Riau untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan hidup melalui gerakan Green Policing.
Ajakan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Workshop Green Policing di Pekanbaru, yang dihadiri oleh para pelajar, duta Green Police, dan Polresta Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Irjen Pol Herry Heryawan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melakukan perubahan sosial yang positif, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
"Bagaimana kita bisa melakukan sentuhan langsung kepada masyarakat, terhadap masalah-masalah yang muncul, kalau kita tidak melakukan diagnosis sosial? Sama halnya dengan dokter yang melakukan asesmen terhadap pasien, kita juga harus mendiagnosis penyakit sosial yang ada di masyarakat," ujar Kapolda Riau.
Kapolda menjelaskan, setiap masalah sosial memiliki “titik sentuh” tersendiri yang harus dikenali dan ditangani dengan tepat.
Menurutnya, konsep Green Policing bukan sekadar menanam pohon atau membersihkan lingkungan, tetapi merupakan bagian dari upaya menyembuhkan “penyakit sosial” dalam komunitas.
"Kalau sakitnya di kaki, ya diobati kakinya. Kalau sakit kepala, tentu kita obati kepalanya. Begitu juga dalam masyarakat kita harus tahu di mana letak masalahnya agar bisa memberikan solusi yang tepat," tambahnya.
Kapolda Riau juga menyoroti pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Jenderal bintang dua itu menyebutkan, kegiatan Workshop Green Policing memiliki tiga poin utama yang diharapkan bisa melahirkan generasi muda yang berpikir kritis dan peduli terhadap lingkungan.
"Ada tiga item penting dalam Green Policing ini. Pertama, bagaimana kita menyiapkan para pemimpin bangsa menjadi agen perubahan. Agen perubahan itu harus bisa berpikir baik, berbicara baik, dan berargumentasi dengan sehat. Gagasan itu harus dipertentangkan, diuji, hingga melahirkan sintesa yang membangun," jelasnya.
Irjen Pol Herry juga memberikan apresiasi kepada para penggagas kegiatan, termasuk para pelajar yang menjadi Duta Green Police. Ia menyebut, kehadiran para ketua OSIS dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Riau siap mengambil peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya juga mengapresiasi adik-adik semua, terutama para ketua OSIS yang hadir hari ini. Kalian adalah calon pemimpin bangsa. Jadilah penggerak perubahan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk lingkungan di sekitar kalian," pesannya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau turut mengenang peristiwa kabut asap besar yang pernah melanda Riau beberapa tahun lalu. Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga alam.
"Mungkin adik-adik masih ingat, dulu tahun 2015–2016, kabut asap begitu tebal sampai kita tidak bisa beraktivitas di luar. Banyak anak-anak terkena ISPA, pesawat pun tidak bisa terbang dari Pekanbaru. Ini bukti bahwa kerusakan lingkungan akan berdampak langsung pada kehidupan kita," terangnya.
Melalui Workshop Green Policing ini, Kapolda Riau berharap agar semangat kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari sekolah-sekolah dan menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.
"Dengan obat yang baik, yakni kesadaran dan kepedulian bersama kita bisa menyembuhkan komunitas kita dari berbagai persoalan sosial dan lingkungan, tutup Irjen Pol Herry Heryawan.

