TKD Dipangkas Rp1,2 Triliun, Pembahasan APBD Riau 2026 Diprediksi Alot

Abdullah3.jpg
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah (Dok. DPRD Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau Abdullah, memprediksi pembahasan APBD Murni Riau 2026 akan berlangsung alot. Hal itu berkaitan dengan dipangkasnya dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp1,2 triliun dari pusat di tengah persoalan banyaknya pembangunan yang harus dilakukan di Riau.

"TKD kita dipotong sehingga kita harus mencari cara untuk menggenjot pendapatan lain. Maka pembahasan APBD Murni 2026 pasti alot," ujarnya, Selasa, 11 November 2025.

Selain itu, pihaknya juga khawatir dengan persiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk membahas APBD Murni 2026, yang ditargetkan selesai pada 30 November mendatang.

Pasalnya, selain huru-hara persoalan hukum di Pemprov Riau, sebagian besar Kepala OPD Pemprov juga hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).


"Assessment memang masih berlangsung, tetapi apakah bisa segera selesai untuk membahas APBD Riau. Karena kalau posisinya hanya Plt, itu bisa diganti kapan saja, apakah mereka yang hanya Plt mau berjuang membahas APBD ini," jelasnya.

Meski demikian, Abdullah mengaku yakin Pemprov Riau mampu segera menyelesaikan KUA PPAS untuk pembahasan APBD Murni Riau 2025 dan menyerahkannya kepada DPRD Riau dalam minggu ini. 

"Kita optimis Pemprov pasti bisa menyusun KUA PPAS dalam minggu ini. Karena saya juga sudah dengar kabar, bahwa Pak Sekdaprov juga sudah pulang dari KPK," pungkasnya.