Gepeng Masih Marak Usai Razia Besar, Dinsos Pekanbaru Ungkap Penyebabnya

Manusia-silver-di-SKA.jpg
Manusia silver kembali marak di sejumlah titik Kota Pekanbaru. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Meski telah melaksanakan razia besar-besaran selama sepekan, gelandangan dan pengemis (gepeng) masih banyak beraktivitas di sejumlah titik keramaian di Kota Pekanbaru.

Hal ini diakui langsung oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian.

Zulfahmi menjelaskan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah melakukan berbagai langkah, mulai dari operasi penjangkauan, pembinaan, hingga pemberdayaan terhadap para gepeng. Namun, upaya ini dinilai belum maksimal tanpa adanya dukungan dan kesadaran masyarakat.

"Iya, memang masih ada yang beraktivitas. Pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan operasi penjangkauan, pembinaan, dan pemberdayaan. Tapi harus diikuti dengan peran aktif masyarakat untuk tidak memberikan sumbangan di lampu merah kepada pengemis, Pak Ogah, maupun manusia silver,” ujar Zulfahmi, Kamis 30 Oktober 2025.

Menurutnya, salah satu penyebab masih maraknya gepeng adalah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih memberi uang di jalanan, sehingga aktivitas tersebut tetap menjanjikan bagi para pelaku.


“Semua komponen harus bersinergi. Kalau masyarakat berhenti memberi, pendapatan mereka berkurang, dan mereka akan berpikir ulang untuk kembali meminta-minta,” tambahnya.

Dalam operasi skala besar tahun 2025, Dinsos Pekanbaru berhasil menjangkau 149 orang yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk pengemis, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Pak Ogah, serta pedagang asongan tanpa izin di area publik.

Sebagai langkah lanjutan, hasil evaluasi operasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengawasan intensif di titik-titik rawan, seperti perempatan lampu merah yang sering menjadi lokasi aktivitas gepeng.

“Tim gabungan akan melakukan pengawasan langsung di titik-titik rawan selama kurun waktu tertentu. Bisa satu bulan atau dua bulan, sampai benar-benar bersih dari aktivitas gepeng,” tegas Zulfahmi.