Anak Berkostum Ultraman Mengemis di Tengah Derasnya Hujan Kota Pekanbaru

Anak-Berkostum-Ultraman-Mengemis-di-Tengah-Derasnya-Hujan-Kota-Pekanbaru.jpg
Seorang anak dengan menggunakan kostum ultraman meminta-minta di Simpang SKA, Jalan Tuanku, Ahad 12 Oktober 2025 sore. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemandangan memilukan terlihat di persimpangan lampu merah dekat Mal SKA Pekanbaru pada Ahad 12 Oktober 2025 sore.

Di tengah hujan deras yang mengguyur, seorang anak kecil tampak mengenakan kostum Ultraman sambil meminta-minta di antara deretan kendaraan yang berhenti.

Anak tersebut terlihat menembus derasnya hujan demi menghampiri para pengendara, berharap mendapat sejumlah uang. Aksi ini sontak menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan padat lalu lintas itu.

Salah seorang warga, Indah mengaku terenyuh melihat kondisi anak tersebut. Ia menilai, seharusnya anak-anak seperti itu berada di rumah atau sekolah, bukan mencari nafkah di jalanan.


“Kasihan anak tu. Hujan deras, seharusnya anak itu di rumah, bukan di jalan,” ujar Rina.

Fenomena eksploitasi anak di jalanan seperti ini bukan hal yang baru di Kota Pekanbaru. Meski pemerintah telah berulang kali melakukan penertiban dan melarang keras praktik meminta-minta yang melibatkan anak, kasus serupa masih terus ditemukan.

Titik-titik rawan seperti kawasan Simpang Mal SKA, Jalan Jenderal Sudirman, simpang Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Arifin Achmad dan Simpang Panam kerap menjadi lokasi yang strategis bagi anak-anak mengemis dengan berbagai cara, termasuk mengenakan kostum tokoh kartun untuk menarik simpati pengguna jalan.

Praktik eksploitasi anak secara jelas melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan, penelantaran, dan eksploitasi ekonomi.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak hanya melakukan razia sesaat, tetapi juga memastikan anak-anak tersebut mendapatkan perlindungan dan pembinaan yang layak.

“Pemerintah harus turun tangan. Jangan cuma ditertibkan, tapi bantu anak-anak itu biar bisa sekolah dan hidup lebih baik,” tambah Rina.