RIAU ONLINE, PEKANBARU — PSPS Pekanbaru akhirnya mencatat kemenangan perdana mereka pada laga kelima Liga Championship Indonesia 2025 setelah menundukkan Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat 10 Oktober 2025.
Gol tunggal kemenangan Askar Bertuah dicetak oleh pemain pengganti Reyhan Firdaus pada menit ke-89, yang disambut sorak lega ribuan suporter tuan rumah.
Meski berhasil menang, penampilan PSPS jauh dari memuaskan. Para pemain terlihat tidak bermain lepas dan tampak kehilangan motivasi sepanjang pertandingan.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Sriwijaya FC justru tampil lebih dominan dan beberapa kali berhasil mengancam gawang PSPS melalui serangan cepat yang mengobrak-abrik pertahanan tuan rumah yang dikomandoi kapten Achmad Faris.
Serangan demi serangan dari tim tamu sebagian besar berawal dari kesalahan sendiri yang dilakukan para pemain PSPS.
Pemain sayap Irsan Lestaluhu tercatat beberapa kali melakukan kesalahan mendasar seperti salah umpan dan kontrol bola yang lepas, membuat lawan dengan mudah mengambil alih bola.
Sementara bek kanan Alfin Tuasalamony juga kerap meninggalkan ruang kosong di sisi pertahanan yang nyaris dimanfaatkan pemain Sriwijaya FC.
Kelemahan juga tampak di lini tengah. Para gelandang PSPS gagal memutus serangan lawan dan kurang mampu menciptakan kreativitas untuk mengirim umpan matang ke lini depan.
Pemain asing Cristian Alex Da Silva, yang diharapkan menjadi tumpuan serangan, justru tampil di bawah ekspektasi.
Sepanjang laga, pemain asal Brasil itu terlihat enggan berduel dan minim kontribusi. Ia hanya mencatat dua percobaan tembakan satu tendangan penalti yang berhasil ditepis kiper Sriwijaya FC dan satu lagi membentur tiang gawang.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih PSPS Pekanbaru, Agus Sugeng Riyanto mengakui para pemain masih dibayangi tekanan psikologis akibat rentetan hasil buruk di awal musim serta kepergian staf pelatih sebelumnya.
“Musuh terbesar kita bukan lawan di lapangan, tapi diri kita sendiri. Tekanan itu nyata, dan ketika hasil belum sesuai harapan, beban mentalnya terasa sangat berat,” ujar Agus usai laga.
Ia menilai, banyaknya kesalahan mendasar yang dilakukan pemain disebabkan oleh kurangnya kemampuan mereka mengendalikan diri di bawah tekanan.
“Kesalahan seperti salah passing, kontrol bola lepas, hingga mudah dilewati lawan itu terjadi karena pemain belum mampu menguasai diri. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk memperbaikinya,” tambahnya.
Meskipun begitu, kemenangan ini tetap menjadi angin segar bagi PSPS Pekanbaru untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dan suporter setelah serangkaian hasil negatif di awal kompetisi.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan memperbaiki performa agar kemenangan ini tidak sekadar menjadi pelipur lara sesaat.

